Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Greenland di Persimpangan: Tekanan Donald Trump Semakin Menguat

📅 Rabu, 14 Jan 2026, 16:35 WIB | Oleh:
Greenland di Persimpangan: Tekanan Donald Trump Semakin Menguat Doc: REUTERS/Evelyn Hockstein
Ket. Presiden AS Donald Trump berbicara kepada wartawan, dalam perjalanan pulangnya dari Detroit, Michigan, di Pangkalan Gabungan Andrews, Maryland, AS, 13 Januari 2026.

JAKARTA - Pertemuan yang digelar Rabu di Washington menjadi momen krusial bagi pejabat Denmark dan Greenland untuk memahami apa sebenarnya yang diinginkan Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Agenda ini berlangsung di tengah meningkatnya spekulasi dan tekanan terkait masa depan Greenland.

Isu aneksasi kembali mencuat dan memunculkan pertanyaan sensitif bagi Kopenhagen dan Nuuk. Pertanyaan tersebut berkisar pada apakah masih ada opsi selain menyerahkan pulau terbesar di dunia itu kepada kekuatan militer dan geopolitik Amerika Serikat.

Situasi tersebut menjadi inti pembahasan dalam pertemuan antara menteri luar negeri Greenland dan Denmark dengan Wakil Presiden AS JD Vance serta Menteri Luar Negeri Marco Rubio. Pertemuan ini berlangsung setelah berbulan-bulan tekanan diplomatik yang terus meningkat dari Washington.

Sehari sebelumnya, Perdana Menteri Denmark Mette Frederiksen tampil bersama Perdana Menteri Greenland Jens-Frederik Nielsen di Kopenhagen. Frederiksen secara terbuka mengakui besarnya risiko dan menyebut fase paling sulit masih akan dihadapi.

Frederiksen menyebut tekanan yang datang dari Amerika Serikat sebagai sesuatu yang tidak dapat diterima. Pernyataan tersebut mencerminkan ketegangan yang jarang terjadi antara Denmark dan sekutu dekatnya.

Bagi Kopenhagen, perhitungannya sangat sempit dan penuh risiko. Denmark berupaya menghindari potensi kehilangan sekitar 98 persen wilayahnya tanpa terlihat menghalangi ambisi Greenland menuju kemandirian yang lebih besar.

Proses menuju kemerdekaan Greenland sendiri telah berjalan jauh sebelum pendekatan agresif Trump muncul. Tekanan terbaru justru memaksa Denmark dan Greenland menyeimbangkan kepentingan geopolitik dengan aspirasi politik internal.

Sejauh ini, tekanan dari Washington memicu dua dampak yang saling bertolak belakang. Di satu sisi, hubungan Greenland dan Denmark justru tampak semakin solid.

"Jika kita harus memilih antara AS dan Denmark di sini dan sekarang, kita memilih Denmark," kata Perdana Menteri Greenland Jens-Frederik Nielsen. 

Ia menegaskan bahwa Greenland juga memilih Uni Eropa dalam posisi geopolitik saat ini.

Pernyataan tersebut menjadi sinyal bahwa tekanan Amerika Serikat memperkuat keselarasan publik antara Nuuk dan Kopenhagen. Alih-alih melonggarkan ikatan, situasi ini justru mempererat hubungan keduanya.

Nielsen, yang memiliki latar belakang keluarga Greenland dan Denmark, terpilih pada April lalu. Ia mengusung pendekatan pragmatis terhadap kemerdekaan Greenland.

Dalam pandangannya, pemisahan dari Denmark hanya dapat dilakukan setelah ekonomi Greenland benar-benar mandiri. Pendekatan ini menempatkan stabilitas ekonomi sebagai syarat utama kedaulatan penuh.

Kecuali terjadi perubahan politik besar, pemerintahan koalisi luas yang dipimpin Nielsen diperkirakan tetap stabil. Skenario kehilangan mayoritas dinilai kecil kemungkinannya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Olahraga
Harga Tiket Final US Open S...
Megapolitan
LRT Jabodebek Targetkan 30 ...
Olahraga
Marc Marquez Menangi MotoGP...

Negara-Negara BRICS Bersatu Bela Kedaulatan Suriah

58 menit yang lalu | Deri Henriawan

Luar Negeri
Negara-Negara BRICS Bersatu...
Advertisement
Tragedi Masalembo Meledak, Menhub Dudy Perintahkan Usut Tuntas Penyebab KM Virgo Transport 8

Tragedi Masalembo Meledak, Menhub Dudy Perintahkan Usut Tuntas Penyebab KM Virgo Transport 8

13 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.