Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Di Tengah Ketidakpastian Global, Menlu Sugiono Tegaskan Ekonomi RI Tetap Kuat

📅 Rabu, 14 Jan 2026, 20:15 WIB | Oleh: Tim Penulis
Di Tengah Ketidakpastian Global, Menlu Sugiono Tegaskan Ekonomi RI Tetap Kuat Doc: Antara
Ket. Menteri Luar Negeri RI Sugiono memberikan Pernyataan Pers Tahunan Menteri Luar Negeri (PPTM) 2026 di Jakarta, Rabu (14/1).

Jakarta - Menteri Luar Negeri RI Sugiono menyatakan bahwa fondasi ekonomi Indonesia tetap kokoh di tengah pelambatan ekonomi global akibat pemanfaatan kebijakan ekonomi sebagai alat kekuatan geopolitik.

Dalam Pernyataan Pers Tahunan Menteri Luar Negeri (PPTM) 2026 di Jakarta, Rabu (14/1), Sugiono mengatakan pemanfaatan kebijakan ekonomi sebagai alat kekuatan geopolitik semakin meningkat dengan perdagangan, investasi, dan teknologi semakin sering dijadikan instrumen dalam persaingan global.

“Dalam kenyataan baru ini, kekuatan ekonomi suatu negara tidak lagi semata diukur dari angka pertumbuhannya, namun juga dari kemampuannya untuk bertahan dan beradaptasi,” kata Sugiono.

Menurut Sugiono, Indonesia juga tidak kebal terhadap realitas di mana batas antara ekonomi dan keamanan semakin tidak jelas yang mengakibatkan pelambatan ekonomi global.

Namun, di tengah situasi tersebut, Sugiono mengatakan bahwa Indonesia tetap memiliki fondasi yang kokoh, yang ditandai dengan angka pertumbuhan yang berada di atas rata-rata dunia, inflasi yang terkendali, surplus perdagangan, dan tingkat realisasi investasi yang tetap tinggi.

“Fondasi ekonomi yang stabil ini memperkuat posisi Indonesia di panggung dunia dan juga penopang peran aktif Indonesia yang berkelanjutan,” kata Sugiono.

Sugiono pun menegaskan bahwa diplomasi ekonomi merupakan inti dari diplomasi Indonesia untuk meningkatkan pertumbuhan dan ketahanan ekonomi nasional, yang berlandaskan Pasal 33 UUD 1945.

Oleh karena itulah, lanjut Sugiono, sepanjang 2025, Indonesia telh menyepakati tiga perjanjian kerja sama ekonomi dengan Kanada, Peru, dan Eurasian Economic Union (Uni Ekonomi Eurasia).

Selain itu, untuk mengurangi kerentanan sistemik, Indonesia berkontribusi memperkuat inklusi keuangan, termasuk melalui mekanisme inovatif seperti QRIS yang telah memfasilitasi transaksi lintas batas di berbagai negara seperti Malaysia, Thailand, Singapura, China, dan Jepang, kata Sugiono.

Indonesia juga akan menyelesaikan Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif (CEPA) dengan Uni Eropa, Perjanjian Perdagangan Preferensial (PTA) dengan Mauritius, dan memastikan pelaksanaan Perjanjian Perdagangan Bebas ASEAN-China 3.0, kata Sugiono.

Sugiono menyampaikan pula bahwa Indonesia juga akan mengimplementasikan Perjanjian Kemitraan Ekonomi Indonesia-Jepang, serta mendorong kerja sama perdagangan dengan mitra-mitra baru di wilayah Afrika seperti Rwanda.

“Diversifikasi mitra ini dilakukan dengan satu kesadaran untuk mengurangi risiko dari gejolak dan perlambatan ekonomi yang dihadapi oleh mitra-mitra tradisional,” kata Sugiono.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Daerah
Badan Geologi Laporkan Akti...
Advertisement
Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.