Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Waduh Banjir di Sulawesi Tengah, Flyover Saja Terendam

📅 Senin, 12 Jan 2026, 01:12 WIB | Oleh:
Waduh Banjir di Sulawesi Tengah, Flyover Saja Terendam Doc: ist
Ket. banjir bandang

PALU – Jalan laying (fluover) tentunya tinggi, tapi mengapa bisa terendam? Tentu banjir besar sekali. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) melaporkan, banjir merendam kawasan area jalan layang (flyover) Pantoloan, Kecamatan Tawaeli, Kota Palu, akibat luapan air sungai dari wilayah Desa Labuan.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPBD Sulteng, Asbudianto, di Palu, Minggu, mengatakan intensitas curah hujan tinggi menyebabkan debit air sungai meluap ke badan jalan dan area sekitar jalan layang. “Banjir tersebut terjadi menyusul meningkatnya debit air sungai akibat curah hujan yang cukup tinggi,” katanya.

Kondisi tersebut menyebabkan arus lalu lintas di sekitar lokasi menjadi tersendat dan mengganggu aktivitas para pengguna jalan yang melintas. Ia menyampaikan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan Tim Reaksi Cepat (TRC) dan Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Kota Palu untuk melakukan kaji cepat dan pemantauan di lokasi kejadian.Saat ini TRC dan Pusdalops BPBD Kota Palu sedang melakukan asesmen rumah warga terdampak banjir.

Berdasarkan hasil asesmen sementara, kata dia, tidak ada korban jiwa maupun warga yang harus mengungsi akibat peristiwa tersebut, serta belum ada kebutuhan mendesak yang dilaporkan. “Kondisi air telah mulai berangsur surut dan situasi sudah kembali kondusif serta aman terkendali,” ucap Asbudianto. Ia juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem dan luapan sungai, terutama saat curah hujan tinggi.

Empat Desa Terendam

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulawesi Tengah juga mencatat empat desa di Kecamatan Tanantovea, Kabupaten Donggala terendam banjir. Asbudianto mengatakan banjir terjadi pukul 11.35 Wita yang mengakibatkan empat desa terdampak seperti Desa Wani 1, Wani 2, Wani 3, dan Wani Lumbumpetigo.

"Jadi memang sejak pagi hingga siang hari hujan melanda wilayah tersebut sehingga debit air yang sangat tinggi menyebabkan air sungai meluap dan merusak pondasi dudukan jembatan dan sejumlah rumah warga," kata Asbudianto.

Data sementara, 3 rumah hanyut terbawa arus di Desa Wani 1 dan 1 unit rumah di Desa Wani 3 terdampak. "Jadi ada satu jembatan penghubung Desa Wani 3 ke Desa Labuan Kungguma terputus dan tidak bisa dilalui kendaraan bermotor," ucapnya.

Ia menuturkan pihaknya bersama TRC dan Pusdalops BPBD Kabupaten Donggala melakukan kaji cepat di lokasi bencana di Kecamatan Tanantovea.

"Untuk wilayah terdampak seperti Desa Wani 2 dan Wani Lumbumpetigo masih dalam proses pendataan, termasuk warga masih mengungsi secara mandiri di rumah-rumah kerabatnya," sebutnya.

Menurut dia, kebutuhan mendesak saat ini berupa logistik PB dan jembatan darurat. "Situasi hingga saat ini air belum surut dan akses dari Desa Wani 3 ke Desa Labuan Kungguma belum bisa dilewati," kata dia.

Sementara itu Bupati Donggala Vera Elena Laruni memastikan segera berkoordinasi dengan pemerintah provinsi Sulawesi Tengah untuk perbaikan jembatan putus di Desa Wani 3 tersebut.

"Tim BPBD Donggala sudah turun ke lapangan berkoordinasi untuk membuat jembatan darurat di wilayah Wani 3 termasuk melakukan penanganan di sejumlah titik dengan menurunkan alat berat," ujar Vera.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kemenperin akan Gunakan Nilai Tambah untuk Ukur Kinerja Manufaktur
    Keberhasilan Indonesia menempati peringkat ke-12 dunia sekaligus memimpin ...
  • Kemenperin akan Arahkan Industri 2027 pada Hilirisasi dan Industri Hijau
    Prestasi Indonesia yang berhasil naik ke peringkat 12 ...
  • Pria tanpa identitas Tewas Tersengat Listrik saat Curi Kabel LRT
    Wajar sih kalau mati, justru aneh klo tidak ...
  • Meski Melambat, Industri Tetap Ekspansi! Kemenperin: Ini 2 Sektor Paling Moncer
    Meskipun data Indeks Kepercayaan Industri (IKI) Agustus 2026 ...
  • Kawasan Industri Tak Lagi Kompetitif, Investor Mulai Melirik Vietnam
    Meskipun banyak pabrik di Indonesia kini mulai beralih ...
Advertisement
kai-expo-detail-sidebar
Nasional
Pemulihan psikologis anak t...
Ekonomi
Harga Cabai Rawit Rp78.100/...
Advertisement
Minta Laporan Penanggulangan Karhutla, Presiden Prabowo Panggil Panglima-Kapolri

Minta Laporan Penanggulangan Karhutla, Presiden Prabowo Panggil Panglima-Kapolri

02 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.