Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Bawang Putih Masuk Peta Jalan, Pasang Target Swasembada pada 2029

📅 Senin, 12 Jan 2026, 17:12 WIB | Oleh: Tim Penulis
Bawang Putih Masuk Peta Jalan, Pasang Target Swasembada pada 2029 Doc: Antara.
Ket. Ilustrasi - Bawang Putih.

JAKARTA – Pentingnya swasembada bawang putih tidak hanya soal mengurangi impor, tetapi juga menjaga stabilitas harga dan ketahanan pangan domestik.

Ketergantungan pada pasokan luar negeri membuat harga bawang putih rentan bergejolak saat terjadi gangguan global.

Dengan memperkuat produksi dalam negeri, pemerintah dapat memberi kepastian bagi petani sekaligus melindungi konsumen, meski tantangannya terletak pada peningkatan produktivitas, konsistensi kualitas, dan keberlanjutan program di lapangan.

Wakil Menteri Pertanian Sudaryono menyebut bawang putih masuk peta jalan swasembada nasional 2029, sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto dalam membentuk kemandirian pangan bangsa lewat peningkatan produksi, mengurangi impor, sehingga meningkatkan kesejahteraan petani.

"Iya dong bawang putih masuk ke roadmap untuk swasembada hingga 2029 nanti," kata Sudaryono ditemui seusai Rapat Serap Gabah 2026 secara terbatas bersama Perum Bulog, Badan Pangan Nasional (Bapanas) dan jajaran Kementerian Pertanian (Kementan) untuk menyepakati target penyerapan gabah setara beras 4 juta ton sepanjang 2026 di Jakarta, Senin (12/1).

Sudaryono menyampaikan hal itu ketika awak media mengkonfirmasi mengenai pernyataan Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan yang mengatakan Indonesia pernah mencapai swasembada bawang putih pada 1995, namun produksi komoditas tersebut terus menurun sejak 2020.

Menanggapi hal itu, Sudaryono menegaskan bawang putih masuk peta jalan swasembada nasional, sejalan arahan Presiden sehingga Indonesia dapat mengulang keberhasilan pangan strategis itu.

Untuk mewujudkan hal itu, pemerintah menyiapkan strategi komprehensif agar komoditas tersebut kembali diproduksi mandiri oleh petani.

Sebaiknya Anda baca juga:

Menurut Sudaryono, kebutuhan bawang putih nasional sebenarnya tidak besar, karena swasembada dapat dicapai dengan hanya penanaman sekitar 100 ribu hektare, asalkan didukung bibit berkualitas dan lokasi tanam sesuai.

Saat ini, pemerintah telah memulai fase awal berupa pembibitan bawang putih, karena keberhasilan swasembada sangat ditentukan ketersediaan benih unggul yang memadai sebelum penanaman dilakukan secara masif.

Salah satu pusat pembibitan dikembangkan di Humbang Hasundutan Sumatera Utara melalui Horticulture Center, yang difungsikan sebagai sentra pengembangan benih hortikultura, termasuk bawang putih, untuk mendukung target swasembada nasional.

Sudaryono menegaskan perintah Presiden sangat jelas, yakni mengulang capaian strategis yang terbukti bermanfaat bagi rakyat, termasuk swasembada bawang putih, kedelai, susu, dan komoditas pangan penting lainnya.

Ia menjelaskan swasembada bertujuan mengurangi ketergantungan impor, memenuhi kebutuhan dalam negeri secara mandiri, sekaligus mendorong kesejahteraan petani dan menciptakan efek ekonomi berantai bagi masyarakat luas.

Ia menilai target tersebut realistis karena Indonesia memiliki pengalaman, ilmu dan contoh keberhasilan masa lalu, sehingga upaya itu bukan sekadar wacana, melainkan program berbasis pengalaman dan kapasitas nasional.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Megapolitan
Respons Pemprov Atas Aduan ...
Nasional
Pemerintah Perlu Perkuat Pe...
Megapolitan
Urban Farming Hapus Citra B...
Luar Negeri
Trump Yakin Teheran Izinkan...
Luar Negeri
Jepang Layangkan Protes ata...
Nasional
Pemerintah Perlu Percepat E...
Rona
Spider-Man: Brand New Day 2...
Luar Negeri
Setelah AGI, Dunia Harus Si...
Update Klasemen Sementara Piala Dunia 2026: Kolombia dan Inggris Memimpin di Grup K dan L

Update Klasemen Sementara Piala Dunia 2026: Kolombia dan Inggris Memimpin di Grup K dan L

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.