Kejahatan Finansial Kian Licik! OJK Wanti-Wanti: Love Scam Makin Ganas di Dunia Digital
📅 Jumat, 09 Jan 2026, 23:20 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: Istimewa.
JAKARTA – Peringatan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengenai meningkatnya love, relationship, dan romance scam menegaskan pergeseran pola kejahatan finansial digital yang semakin memanfaatkan aspek psikologis korban.
Modus ini berkembang secara global dengan memadukan rekayasa sosial dan teknologi digital, sehingga sulit terdeteksi oleh sistem pengamanan konvensional.
Tren tersebut menunjukkan bahwa risiko kejahatan finansial tidak lagi semata berbasis teknis, melainkan juga emosional, sehingga membutuhkan peningkatan literasi keuangan dan kewaspadaan publik sebagai bagian dari mitigasi risiko sistem keuangan digital.
“Terbukti juga di Indonesia yang baru saja kejadian adalah di Yogyakarta ditemukan satu sindikat yang beroperasi secara internasional,” katanya dalam Konferensi Pers Asesmen Sektor Jasa Keuangan dan Kebijakan OJK Hasil Rapat Dewan Komisioner Bulanan (RDKB) Desember 2025 di Jakarta, Jumat (9/1).
Baru-baru ini, Kepolisian Resor Kota Yogyakarta membongkar dugaan sindikat love scamming atau penipuan berkedok asmara jaringan internasional yang beroperasi di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Sebaiknya Anda baca juga:
Praktik penipuan itu terbongkar setelah operasi tangkap tangan di kantor PT Altair Trans Service di Jalan Gito Gati, Kecamatan Ngaglik, Kabupaten Sleman, pada Senin (5/1), pukul 13.00 WIB.
Dalam operasi penipuan itu, dimanfaatkan aplikasi kencan daring, kloningan dari aplikasi asal Tiongkok bernama WOW.
Para pegawai perusahaan itu dipekerjakan sebagai admin percakapan yang berperan sebagai perempuan menyesuaikan dengan negara asal korban atau pengguna.
Sebaiknya Anda baca juga:
Mereka melakukan bujuk rayu agar pengguna aplikasi bersedia membeli koin atau top up guna mengirim gift yang tersedia di dalam aplikasi.
Setelan pengguna mengirim gift, mereka kemudian mengirimkan konten secara bertahap berupa foto dan video bermuatan pornografi.
Penggunanya merupakan warga negara asing dari beberapa negara, antara lain Amerika Serikat, Inggris, Kanada dan Australia
“Para scammer-scammer ini menargetkan korban di berbagai negara melalui internet dan aplikasi, sehingga kalau kita melihat kejahatan seperti ini adalah risiko lintas batas yang sangat tinggi,” ujar Friderica yang akrab dipanggil Kiki
“Para korban ini dimanipulasi secara emosinya, merasa memiliki hubungan atau memiliki relationship dan mungkin kemudian dipersuasi dan sebagainya, sehingga para korban secara sukarela men-transfer sejumlah uangnya karena merasa memiliki hubungan yang khusus spesial dengan lawan jenis, sehingga mereka mengalami kehilangan uang dalam jumlah yang sangat besar,” katanya.
Selain kehilangan uang, mereka juga mengalami dampak psikologis karena berhasil dimanipulasi secara emosional dan sulit untuk disembuhkan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!