Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Wali Kota Optimis Sektor Pariwisata Bandung Tumbuh 20 Persen

📅 Kamis, 08 Jan 2026, 18:27 WIB | Oleh:
Wali Kota Optimis Sektor Pariwisata Bandung Tumbuh 20 Persen  Doc: Humas Kota Bandung
Ket. Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan (tengah)

BANDUNG - Pemerintah Kota Bandung menegaskan arah pembangunan sektor pariwisata tidak ditempatkan sebagai mesin fiskal jangka pendek, melainkan sebagai industri strategis jangka panjang yang harus dibangun secara bertahap, terukur, dan berkelanjutan.

Penegasan tersebut disampaikan Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, dalam rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun ke-55 Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (Asita). Selama ini, Asita menjadi salah satu mitra utama Pemkot Bandung dalam pengembangan sektor pariwisata.

Wali Kota Farhan menyampaikan pemerintah daerah tidak boleh terjebak pada pendekatan sempit yang hanya mengejar peningkatan pendapatan asli daerah (PAD), tanpa memperhatikan kesiapan dan kekuatan industri pariwisata itu sendiri.

“Kami harus membesarkan dulu kapasitas industri dan merealisasikan potensi yang ada. Kalau industrinya sudah kuat, barulah kita bicara bagaimana peluang itu menjadi PAD,” ujar dia di Hutanika, Jalan Asia Afrika, Kota Bandung, Rabu (7/1).

Menurut Wali Kota Farhan, pariwisata merupakan sektor yang sangat bergantung pada ekosistem. Apabila salah satu unsur, baik infrastruktur, layanan, maupun pelaku usaha tidak siap, maka dampaknya akan merugikan seluruh rantai industri.

Ia memastikan, Pemkot Bandung memilih pendekatan pembangunan pariwisata yang menempatkan pemerintah di posisi fasilitator dan regulator, bukan semata-mata sebagai penarik manfaat fiskal.

“Pemerintah itu posisinya di ujung. Jangan di depan. Kalau di depan hanya mikir PAD, industrinya bisa rusak,” tutur dia.

Dalam konteks ini, Pemkot Bandung menargetkan pertumbuhan potensi pariwisata sebesar 20 persen.Target tersebut tidak semata diukur dari jumlah kunjungan wisatawan, tetapi juga dari kualitas belanja wisata, lama tinggal, serta dampak ekonomi terhadap pelaku usaha lokal.

“Kalau potensi tumbuh 20 persen, pelaku industri akan happy, wisatawan happy. Dari situ manfaatnya akan kembali ke kota,” kata dia. ils/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Luar Negeri
Insiden Maut Chiang Rai: Te...

Yen Jepang Makin Terperosok Dekati Rekor Terendah

25 menit yang lalu | Deri Henriawan

Luar Negeri
Yen Jepang Makin Terperosok...
Luar Negeri
Armenia Terbelah Dua Kubu A...
Nasional
DPR Dorong Distribusi Digit...
Luar Negeri
Pekerja Mogok Kerja, Layana...
Daerah
Bangka Tengah Tanam Padi Go...
Ada Event Lari Lintas Alam, Jalur Pendakian Gunung Gede Pangrango Ditutup Seminggu

Ada Event Lari Lintas Alam, Jalur Pendakian Gunung Gede Pangrango Ditutup Seminggu

23 Jun 2026
Pilihan Pembaca
# 7
Menanti laporan MSCI, 23 Juni 2026
📅 Selasa, 23-Jun-2026
# 7
Menanti laporan MSCI, 23 Juni 2026
📅 Selasa, 23-Jun-2026
Menanti laporan MSCI, 23 Juni 2026
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.