Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

PAM Jaya Siap IPO 2027: Dibatasi 30 Persen Agar Kendali Tetap di Tangan Publik

📅 Kamis, 08 Jan 2026, 14:30 WIB | Oleh:
PAM Jaya Siap IPO 2027: Dibatasi 30 Persen Agar Kendali Tetap di Tangan Publik Doc: Pemprov DKI Jakarta
Ket. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung secara terbuka mendorong rencana Initial Public Offering atau IPO PAM Jaya pada 2027.

JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung secara terbuka mendorong rencana Initial Public Offering atau IPO PAM Jaya pada 2027. Langkah ini diarahkan untuk memperkuat transparansi, efisiensi, dan tata kelola perusahaan daerah pengelola air bersih tersebut.

Pramono menegaskan porsi saham yang dilepas ke publik tidak akan melebihi 30 persen. Pembatasan ini disebut sebagai prinsip utama agar kendali penuh atas layanan air bersih tetap berada di tangan pemerintah daerah.

"Kenapa saya dorong IPO dan porsinya tidak boleh lebih dari 30 persen, supaya kendali kewenangan sepenuhnya tetap berada di tangan kita," ujar Pramono. 

Menurut Pramono, air bersih tidak bisa diperlakukan semata sebagai komoditas bisnis. Layanan air minum harus tetap berorientasi pada kepentingan publik, bukan hanya mengejar keuntungan finansial.

Ia menambahkan bahwa karakter air di Jakarta memiliki kekhususan dibandingkan daerah lain. Sumber air baku yang berasal dari sungai membuat pengelolaan air Jakarta memerlukan kebijakan yang sangat terkontrol.

"Air di Jakarta itu berbeda, karena diolah dari sungai," kata Pramono.

Ia menilai kondisi tersebut menjadi alasan kuat mengapa kendali pengelolaan harus tetap berada di bawah pemerintah daerah.

Rencana IPO PAM Jaya bukan keputusan mendadak. Pramono menyebut gagasan ini telah dipikirkan sejak awal masa kepemimpinannya sebagai bagian dari strategi jangka menengah.

Ia ingin memastikan PAM Jaya masuk ke pasar modal dalam kondisi benar-benar siap. Kesiapan tersebut mencakup aset perusahaan, kualitas manajemen, hingga sumber daya manusia yang profesional.

"Filosofinya jelas, PAM Jaya hadir untuk memenuhi kebutuhan masyarakat," ujarnya.

Gubernur Pramono menegaskan pelayanan publik harus tetap menjadi roh utama perusahaan meskipun masuk ke bursa.

Selain meningkatkan akuntabilitas, IPO juga diproyeksikan mendorong efisiensi dan profesionalisme pengelolaan. Dengan standar pasar modal, kinerja PAM Jaya diharapkan lebih terukur dan transparan.

Pramono memandang ketahanan layanan air bersih sebagai bagian dari ketahanan kota secara menyeluruh. Ia menilai kota tidak akan berjalan optimal tanpa jaminan pasokan air minum yang stabil dan berkualitas.

Dalam pandangan Pramono, pengelolaan air bersih yang profesional justru bisa menjadi contoh bagi sektor swasta. Ia optimistis PAM Jaya dapat menjadi role model pengelolaan utilitas publik di Indonesia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • UU Reforma Agraria Ditantang Bereskan Akar Konflik Tanah
    Menterinya aja kena OTT KPK :D
  • Menekraf: Aplikasi Digital Kini Jadi Denyut Nadi Aktivitas Masyarakat, Jadi Mesin Baru Pertumbuhan Ekonomi Indonesia
    Membaca pemaparan komprehensif ini membuat saya semakin optimis ...
  • Ekonomi Kreatif dan UMKM Jakarta Mulai Andalkan Cetak 3D untuk Produksi Skala Kecil
    Mengetahui fakta bahwa penggunaan filamen berbasis PLA yang ...
  • Industri Baterai Dipacu, Transisi Energi dan Ekonomi Digital Jadi Kunci
    Ulasan yang sangat komprehensif dari Koran Jakarta mengenai ...
  • Bos Perusahaan AI Dunia Ingin Perlambat Pengembangan, Persaingan AS-Tiongkok Jadi Hambatan
    Sangat disayangkan melihat bagaimana niat baik untuk mengkaji ...
Nasional
Masalah Perampasan Aset Tin...
Ekonomi
BI: Rupiah Makin Mendunia B...
Olahraga
Raptors Resmi Pulangkan Kaw...
Megapolitan
Kebakaran TPAS Galuga Makin...
Daerah
Waspada HIV! Dinkes Bima Te...
Daerah
El Nino Bikin Satwa Liar Be...
Advertisement
BI: Rupiah Makin Mendunia Berkat QRIS Antarnegara

BI: Rupiah Makin Mendunia Berkat QRIS Antarnegara

16 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.