Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Keberadaan Harimau Sumatra Terpantau, Ekosistem TN Bukit Tigapuluh Dinilai Masih Terjaga

📅 Kamis, 08 Jan 2026, 11:47 WIB | Oleh:
Keberadaan Harimau Sumatra Terpantau, Ekosistem TN Bukit Tigapuluh Dinilai Masih Terjaga Doc: Antara Foto
Ket. Seekor harimau sumatra terekam kamera jebak TNBT di Resort Suo-Suo, Provinsi Jambi.

Kamera jebak Taman Nasional Bukit Tigapuluh (TNBT) berhasil merekam empat individu harimau sumatra (Panthera tigris sumatrae) sebagai bukti bahwa ekosistem di kawasan itu masih terjaga dengan baik.

"Untuk sementara ya, terekam empat, pengambilan masih dilanjutkan. Artinya masih ada ya (harimau sumatra)," kata Kepala Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah I Balai Taman Nasional Bukit Tiga Puluh (TNBT) Hendra Koswandi di Jambi, Kamis.

Ia menjelaskan hasil monitoring periode September hingga Desember 2025 melalui pemasangan kamera di wilayah Suo-Suo.

Pihak TNBT bersama mitra berhasil mengabadikan empat individu berbeda harimau sumatra.

Di area itu, petugas menyebar 40 kamera di 20 petak lokasi. Setiap lokasi memiliki cakupan pantau seluas 2x2 kilometer persegi atau sekitar 400 hektare, menyebar di wilayah strategis.

Selain harimau sumatra, kata dia, alat tersebut berhasil merekam pergerakan 32 satwa liar di dalam hutan, termasuk 13 jenis satwa dengan keberadaan dilindungi berdasarkan undang-undang.

Satwa dilindungi yang berhasil terekam, di antaranya tapir (Tapirus indicus), gajah sumatra (Elephas maximus sumatrensis), beruang madu (Helarct malayanus), rusa (Cervidae), kancil (Tragulus), trenggiling (Pholidota), dan binturong (Arctictis binturong).

"Kalau beruang setiap pengambilan pasti ada (terekam), babi juga selalu terlihat," katanya.

Menurut dia, keberadaan satwa kunci tersebut menjadi indikasi bahwa ekosistem di lanskap TN Bukit Tigapuluh masih terjaga, meskipun tantangan dan peluang perambahan dan perburuan liar selalu terbuka.

Ia mengaku tekanan aksi perambahan dan perburuan hingga saat ini masih tinggi.

Untuk itu, pihaknya mengimbau seluruh lapisan masyarakat, terutama di daerah desa penyangga, bekerja sama merawat dan mengawasi ekosistem kawasan seluas 144.223 hektare di dua wilayah, Jambi dan Riau, itu.

"Tekanan tetap besar, antisipasinya kita selalu patroli rutin, alhamdulillah kita dapat tambahan petugas baru. Masyarakat dan pihak terkait terus kita libatkan, termasuk mitra menjaga taman nasional," demikian Hendra.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Luar Negeri
Dua Kapal Tanker Minyak Dis...
Megapolitan
Transjakarta Larang Aktivit...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.