Arab Saudi Lancarkan Serangan ke Yaman
📅 Kamis, 08 Jan 2026, 02:40 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: AFP/Saleh Al-OBEIDI
ADEN - Koalisi pimpinan Arab Saudi pada Rabu (7/1) menyerang provinsi asal pemimpin separatis Yaman yang didukung UEA, setelah pemimpin itu gagal hadir dalam pembicaraan di Riyadh dan dikeluarkan dari badan kepresidenan negara itu.
Koalisi tersebut mengatakan telah memberi Aidaros Alzubidi ultimatum 48 jam untuk datang ke Riyadh untuk berdiskusi, setelah Dewan Transisi Selatan (STC) yang dipimpinnya merebut sebagian besar wilayah bulan lalu.
Namun ia gagal naik pesawat yang membawa delegasinya, dan koalisi tersebut menyerang provinsi asalnya di al-Dhale setelah menuduhnya memobilisasi pasukan besar di sana.
Dewan Kepemimpinan Kepresidenan Yaman, yang memegang kekuasaan eksekutif dan beranggotakan tokoh-tokoh yang didukung UEA dan Arab Saudi yang saling bersaing, kemudian mengumumkan pemecatan Alzubidi, menuduhnya melakukan pengkhianatan tingkat tinggi.
Konfrontasi antara faksi-faksi yang bersaing di Yaman menimbulkan kekhawatiran bahwa kota kedua, Aden, tempat STC bersikeras pemimpinnya masih berada, dapat terseret ke dalam kekerasan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Kemajuan STC dan respons Arab Saudi juga menyebabkan hubungan dengan Uni Emirat Arab, negara penghasil minyak dan kekuatan perantara yang bersaing di Yaman, memburuk drastis.
Kontak Terputus
Kelompok separatis mengatakan mereka terbuka untuk berdiskusi tetapi memperingatkan bahwa mereka telah kehilangan kontak dengan delegasi mereka di Riyadh, dan mendesak pihak berwenang Saudi untuk menjamin keselamatan mereka.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pada Rabu, lebih dari 15 serangan udara menghantam Dhale, kata seorang pejabat setempat kepada AFP, menewaskan empat orang, menurut dua sumber rumah sakit.
“Alzubidi melarikan diri ke lokasi yang tidak diketahui setelah dia mendistribusikan senjata dan amunisi kepada puluhan elemen di dalam Aden,” kata juru bicara koalisi Mayor Jenderal Turki al-Maliki dalam sebuah pernyataan.
“Koalisi kami melakukan serangan untuk mencegah Alzubidi meningkatkan konflik dan memperluasnya ke Provinsi Dhale,” imbuh dia.
Sementara itu Dewan Kepemimpinan Kepresidenan mengumumkan pemecatan Alzubidi, menuduhnya melakukan beberapa kejahatan, termasuk pengkhianatan tingkat tinggi dan terlibat dalam pemberontakan bersenjata.
Lebih dari 100 orang tewas dalam serangan koalisi pimpinan Saudi terhadap posisi separatis dan dalam bentrokan di medan tempur. Arab Saudi dan Uni Emirat Arab telah lama mendukung faksi-faksi yang bersaing dalam pemerintahan Yaman yang penuh gejolak, setelah sebelumnya mereka bergabung dalam koalisi militer pimpinan Saudi melawan kelompok Houthi yang didukung Iran dan telah merebut Sanaa pada tahun 2014. AFP/I-1
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!