Jejak MVP Finals IBL di Empat Musim Terakhir
📅 Senin, 22 Jun 2026, 23:10 WIB | Oleh: Tim PenulisJakarta - Penghargaan Pemain Terbaik (MVP) Finals Indonesian Basketball League (IBL) menjadi simbol performa terbaik di panggung tertinggi kompetisi, sehingga meninggalkan jejak untuk diikuti pemain berikutnya.
Laman IBL, Senin, menyatakan perhatian kembali tertuju pada jejak para MVP final yang menunjukkan beragam cara untuk menjadi pemain paling berpengaruh saat perebutan gelar bagi tim.
Penghargaan tersebut diraih pemain dengan karakter permainan berbeda, namun berperan besar mengantar timnya meraih gelar juara.
Pada musim 2022, penghargaan MVP Finals diraih Brachon Lanalt Griffin dari Satria Muda setelah menjadi motor permainan tim dengan rata-rata efficiency (eff) 16,5.
Dia menunjukkan peran penting sebagai pengatur serangan yang menjaga ritme permainan tim pada laga-laga penentuan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Setahun kemudian, gelar menjadi milik Reza Guntara yang membawa Prawira Harum Bandung meraih prestasi bersejarah.
Reza membukukan eff 20 dengan 15,5 ppg dan delapan rebound per laga (rpg).
Kontribusinya di kedua sisi lapangan (court) membuatnya menjadi figur sentral dalam keberhasilan Prawira menjuara IBL untuk pertama kalinya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pada final IBL 2024, gelar berpindah ke tangan Anthony Beane Jr. dari Pelita Jaya Jakarta. Dia tampil sebagai pemain paling menonjol dalam setiap laga final berformat best-of-three.
Beane mencatatkan eff 18 dengan rata-rata 18 ppg selama seri final. Selain produktif dalam mencetak angka, dia juga menyumbang 3,7 apg, lima rpg, serta tiga steal per laga (spg).
Statistik tersebut menggambarkan kemampuannya memberikan dampak besar baik dalam menyerang dan bertahan.
Pemenang terakhir adalah center Dewa United Banten Joshua Ibarra yang membawa timnya meraih gelar juara untuk pertama kalinya.
Dia memiliki catatan statistik paling impresif dalam empat musim terakhir saat seri final. Pebasket asal Meksiko tersebut membukukan eff 28,3, 17,7 ppg, 14,3 rpg, 3,7 apg, dua spg, dan 1,3 blok per pertandingan (bpg).
Dominasinya di paint area menjadi faktor utama keberhasilan Anak Dewa merebut gelar prestisius di kasta tertinggi liga bola basket Indonesia.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!