Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Menkes: Waspadai Wabah Campak Pascabencana Sumatra

📅 Rabu, 07 Jan 2026, 19:00 WIB | Oleh:
Menkes: Waspadai Wabah Campak Pascabencana Sumatra Doc: RRI/Aditya Prabowo
Ket. Menteri Kesehatan Budi Gunadi

JAKARTA - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) terus meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi wabah penyakit menular pascabencana di Sumatra khususnya penyakit campak yang dinilai memiliki tingkat penularan sangat tinggi.

“Yang paling besar itu ISPA, kemudian penyakit kulit, dan diare. Obat-obatan kita sesuaikan dengan jenis penyakitnya,” kata Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin saat konferensi pers Update Penanganan Bencana Sumatra di Kantor BNPB, Jakarta, Rabu (7/1).

Namun demikian, Menkes menegaskan pemerintah memberi perhatian sangat serius terhadap potensi penyebaran penyakit menular. Kementerian Kesehatan telah mengidentifikasi keberadaan kasus campak di lima kabupaten.

“Penyakit menular yang kami amati dengan sangat dekat itu adalah campak. Karena penularannya paling tinggi. Kalau ingat waktu Covid, reproduction rate satu orang bisa menularkan ke berapa itu paling tinggi di campak,” tutur dia.

Menyikapi hal tersebut, Menkes Budi menyampaikan bahwa pemerintah langsung menjalankan program imunisasi khusus untuk mencegah penyebaran lebih luas. Menkes Budi menambahkan, program imunisasi difokuskan kepada anak-anak di wilayah yang telah teridentifikasi memiliki kasus campak.

“Campak itu sudah kami identifikasi ada di lima kabupaten, di situ kami sudah lakukan program imunisasi khusus, dan itu sudah berjalan sejak minggu ini. Jadi program imunisasi ini menyasar anak-anak di daerah-daerah yang sudah kami identifikasi ada campaknya,” ucap Menkes Budi.

Sementara, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat Provinsi Aceh menjadi wilayah dengan jumlah korban jiwa tertinggi akibat bencana. Hingga saat ini, jumlah korban meninggal dunia yang paling dominan berada di Aceh.

“Untuk jumlah rekapitulasi korban jiwa hingga saat ini, yang paling dominan ada di Provinsi Aceh, sebanyak 543 jiwa. Korban hilang yang masih dalam pencarian berada di Sumatra Barat, tepatnya di Kabupaten Agam, sebanyak 74 jiwa,” kata Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari. ils/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Megapolitan
BMKG Peringatkan Hujan Leba...

Kemenkes Perluas Cek Kesehatan Gratis

34 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Nasional
Kemenkes Perluas Cek Keseha...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.