Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kebangkrutan Pelaku Ekonomi Sirkular Arus Bawah, Negara Harus Hadir

📅 Selasa, 06 Jan 2026, 12:30 WIB | Oleh: Tim Penulis

“Upah pekerja ini tidak bisa turun, kalau sudah diupah Rp 100 ribu, ya Rp 100 ribu nggak mau turun. Pinginnya malah naik. Alasannya, semua kebutuhan dapur pada naik”, ujar Herman.

“Sekarang ini yang paling sedih, untuk mencukupi kebutuhan makan sehari-hari. Yang penting bisa makan, ada nasi dan lauk seadanya, ikan gesek, teri, sambel dan sayur asem,” tambahnya.

Ketika kami beberapa kali berkunjung ke lapaknya, terakhir pada 29 November 2025, Herman menceritakan turunnya berbagai jenis sampah, terutama sampah yang sudah dipilah dan dicacah. Ia menjual cacahan plastik pada bos. Lokasi pabriknya hanya 1 km.

Sekarang harga PET belum digiling di lapangan Rp3.500-4.000/kg, PP gelas Rp3.000/kg. Itupun dipotong timbangan 12-15 persen. Harga PP PKRp3.700/kg, ember Rp2.000/kg, lapak (nileks) Rp1.500-2.500/kg. Harga karpet, sudah diambil kancing dan ruslitingnya Rp450-500/kg, padahal harga di pabrik mencapai Rp1.200/kg.

Sementara itu harga di tingkat pengepulTPST Bantargebang. Plastik jenis lapak (nileks) Rp4.000/kg turun menjadi Rp2.000/kg. Beling Rp1.350/kg turun menjadi Rp800/kg, beling warna hijau Rp1.200/kg turun menjadi Rp400/kg. Nyaris semua harga cacahan plastik anjlok.

Dua tahun lalu ketika harga cacahan bagus, semangat bekerja cukup tinggi. Contoh harga beberapa plastik cacahan: PET Rp13.500/kg, PP gelas Rp13.000/kg, PP PK Rp9.000/kg, ember Rp8.000/kg, naso Rp10.500/kg.Pada bulan April-November 2025 harga-harga plastik cacahan turun dratis; plastik PET Rp7.000/kg, PP gelas Rp6.000/kg, PP PK Rp6.800, ember Rp4.700, dan naso Rp8.000/kg.

Kekuatan pasar bebas model kapitalis sulit dilawan, karena ia memiliki kapital, teknologi dan networking sangat besar dan luas. Kekuatan mereka kendalikan bahan baku daur ulang, pun konteks ekspor impor bahan baku daur ulang. Mereka itu terdiri dari kekuatan negara industri maju dan negara petroleum (minyak). Upaya pengendalian dan pengurangan plastik dalam pernjanjian-perjanjian internasional misalnya, tidak pernah berhasil tanpa dukungannya.

Menurut Herman harga-harga sampah hancur bingung menghadapinya. Jual barang ke bos pabrikan tempo pembayarannya. Penjualan barang menunggu pembayaran sebulan. Percuma menjual barang tidak dapat uang. Karena uang akan digunakan untuk operasional.

“Biasanya harga bantingan, pada bulan puasa. Itu politik bos, naik Rp 100-200/kg. Kalau turun Rp 500-1.000/kg. Kalau harga sudah turun, hampir tiap bulan atau hanya beberapa minggu turun”, keluhnya.

Modal Ludes, Bos Ikut Sortir

Sejak April/Mei 2025 posisi Herman berada titik nadir, modal yang dijalankan semakin menipis dan ludes. Yang sangat menyedihkan, satu-satunya truk yang digunakan untuk mengangkut barang/sampah terpaksa dijual untuk membiayai operasional.

Bahkan, yang menyedihkan, dulu anak buahnya 30 orang, sekarang tinggal 6 orang. Ia sudah bingung, mau apalagi. Situasi harga-harga sampah pungutan pemulung terus turun. Kondisi buruk ini menyulitkan hidup, apalagi membuka peluang pekerjaan.

Sekarang Herman terpaksa ikut bekerja mensortir sampah. Tidak cukup uang untuk membayar upah pekerja. Ia mengandalkan diri sendiri dan bantuan keluarganya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

Olahraga
Kalah Telak di Piala AFF: T...

Deflasi Juli Jadi Alarm Sekaligus Peluang bagi Stabilitas Ekonomi

Deflasi Juli Jadi Alarm Sekaligus Peluang bagi Stabilitas Ekonomi

03 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.