Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Antisipasi Dampak Konflik AS-Venezuela, Kementerian ESDM Pacu Produksi Minyak Nasional

3 Selasa, 06 Jan 2026, 13:12 WIB | Oleh:
Antisipasi Dampak Konflik AS-Venezuela, Kementerian ESDM Pacu Produksi Minyak Nasional Antisipasi Dampak Konflik AS-Venezuela, Kementerian ESDM Pacu Produksi Minyak Nasional Doc: antara foto
Ket. Juru Bicara Kementerian ESDM Dwi Anggia

JAKARTA - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral menyampaikan peningkatan produksi minyak nasional merupakan salah satu langkah antisipasi Indonesia terhadap gejolak geopolitik, termasuk gejolak politik yang terjadi antara Amerika Serikat (AS) dengan Venezuela.

“Sebagai antisipasi, kami terus meningkatkan cadangan strategis minyak nasional, optimalisasi produksi,” ujar Juru Bicara Kementerian ESDM Dwi Anggia ketika dihubungi dari Jakarta, Selasa (6/1).

Langkah-langkah peningkatan produksi minyak nasional meliputi optimalisasi penggunaan teknologi dan teknik produksi, seperti fracking, EOR (enhanced oil recovery), serta horizontal drilling untuk peningkatan produksi minyak.

Selain itu, pemerintah juga menawarkan reformasi fiskal, percepatan perizinan, serta peningkatan investasi eksplorasi di wilayah frontier untuk menarik minat investor hulu migas.

Peningkatan produksi juga diupayakan pemerintah melalui reaktivasi 4.500 sumur idle.

“Kondisi ini (situasi Venezuela) terus dipantau,” ucap Anggia.

Diwartakan sebelumnya, Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM Laode Sulaeman mengatakan pemerintah belum melihat dampak langsung dari situasi di Venezuela terhadap pasokan maupun harga BBM pada saat ini.

“Kita sumber crude-nya itu bukan dari sana. Jadi dari wilayah lain. Jadi masih stabil,” kata Laode usai penutupan Posko Nasional Sektor ESDM Nataru 2025-2026 di Jakarta, Senin (5/1).

Laode menambahkan pemerintah tetap melakukan langkah antisipasi dan pemantauan perkembangan situasi, termasuk potensi dampaknya terhadap harga minyak dunia.

“Antisipasi itu selalu ada,” ujar dia.

Pernyataan-pernyataan tersebut merespons gejolak politik yang berlangsung di Venezuela. Media internasional memberitakan AS menyerang secara militer Ibu Kota Venezuela, Caracas, pada Sabtu (3/1).

Dalam pernyataannnya, Presiden AS Donald Trump mengatakan pasukan AS telah menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan istrinya.

Segera setelah itu, Pemerintah Venezuela mengumumkan negaranya berada dalam kondisi darurat nasional. Beberapa negara sudah mengeluarkan pernyataan resmi terkait serangan unilateral AS tersebut.

Presiden Kolombia Gustavo Petro menyerukan pertemuan darurat PBB untuk menegaskan prinsip penghormatan terhadap kedaulatan, larangan penggunaan kekerasan dan penyelesaian sengketa secara damai.

Russia dan Iran, yang dikenal dekat dengan Venezuela, juga mengecam serangan militer AS itu.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
Luar Negeri
Partai Komunis Tiongkok aka...
Megapolitan
Pencatutan Nama Pejabat Jad...
Megapolitan
Bansos bagi 2.200 Warga Tan...
Advertisement
Polemik Kadar Emas, Konsumen Soroti Perbedaan Hasil Pengujian

Polemik Kadar Emas, Konsumen Soroti Perbedaan Hasil Pengujian

02 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.