Trump Peringatkan Penjabat Baru Presiden Venezuela
📅 Senin, 05 Jan 2026, 07:57 WIB | Oleh: Sriyono
Doc: antara foto
WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, Minggu (4/1) memperingatkan penjabat baru Presiden Venezuela bahwa akan ada konsekuensi besar jika ia tidak melakukan hal yang dianggap benar oleh Washington.
“Jika (Ibu Delcy Rodriguez) tidak melakukan hal yang benar, dia akan membayar harga yang sangat mahal, mungkin lebih besar daripada Maduro,” kata Trump kepada majalah The Atlantic dalam wawancara via telepon, merujuk pada Presiden Venezuela Nicolas Maduro yang ditangkap pasukan AS, Sabtu (3/1).
Pada Sabtu, Trump menyatakan bahwa operasi militer AS di Venezuela berujung pada penangkapan Maduro dan istrinya, Cilia Flores. Ia juga berjanji akan menegaskan kendali AS atas negara tersebut untuk sementara waktu, termasuk dengan mengerahkan pasukan jika diperlukan.
Setelah penangkapan Maduro, Mahkamah Agung Venezuela menginstruksikan Delcy Rodriguez untuk segera memangku jabatan sebagai presiden sementara.
Trump menuduh Maduro mengawasi pengiriman narkoba ke AS dan mempertahankan kekuasaan secara tidak sah melalui kecurangan pemilu.
Sebaiknya Anda baca juga:
Maduro, yang kini ditahan di sebuah fasilitas penahanan di New York terkait dakwaan narkotika, membantah tuduhan tersebut. Pejabat di Caracas pun menyerukan pembebasannya.
Menurut laporan tersebut, Trump menegaskan tidak akan mentoleransi apa yang ia sebut sebagai penolakan keras Rodriguez terhadap intervensi bersenjata AS yang berujung pada penangkapan Maduro.
Peringatan keras Trump itu kontras dengan pernyataannya sehari sebelumnya. Beberapa jam setelah pasukan AS menyerang ibu kota Caracas, Trump justru memuji Rodriguez.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dalam konferensi pers usai operasi, ia mengatakan Rodriguez secara pribadi menyatakan kesediaan untuk bekerja sama dengan AS, yang menurutnya akan “menjalankan” Venezuela untuk sementara waktu.
“Pada dasarnya dia bersedia melakukan apa yang kami anggap perlu untuk membuat Venezuela kembali hebat,” ujar Trump kepada wartawan.
Rodriguez segera menepis pernyataan tersebut. Ia menegaskan bahwa Venezuela siap mempertahankan sumber daya alamnya dan tim pertahanan negara tetap berkomitmen pada kebijakan Maduro, yang kembalinya ia tuntut.
“Kami tidak akan pernah lagi menjadi daerah koloni (wilayah yang diduduki),” kata Rodriguez.
Perubahan rezim
Trump juga mengisyaratkan tidak akan ragu mengizinkan gelombang kedua aksi militer jika dianggap perlu.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!