Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Hidroponik Pengadegan: Solusi Cerdas Warga Jakarta Penuhi Kebutuhan Pangan dari Rumah

📅 Senin, 05 Jan 2026, 18:30 WIB | Oleh:
Hidroponik Pengadegan: Solusi Cerdas Warga Jakarta Penuhi Kebutuhan Pangan dari Rumah Doc: DPRD DKI Jakarta
Ket. Kampung Hidroponik yang hijau dan produktif di Kelurahan Pengadegan, Kecamatan Pancoran, Jakarta Selatan

JAKARTA - Kelurahan Pengadegan, Kecamatan Pancoran, Jakarta Selatan, berhasil menyulap kawasan permukiman padat menjadi Kampung Hidroponik yang hijau dan produktif. Pemandangan gang penuh tanaman dalam pot besar dan rak bertingkat ini terbilang langka di tengah padatnya permukiman ibu kota.

Konsep kampung hijau ini digerakkan oleh warga RT 002 RW 03 dengan memanfaatkan ruang sempit di sekitar rumah. Tanaman ditata rapi menggunakan pot besar, pot kecil, hingga sistem bertingkat yang mempercantik lingkungan sekaligus fungsional.

Ketua RT 002 RW 03, Tedja Sukmana, menyebut penanaman pepohonan dalam pot besar bertujuan menciptakan lingkungan yang lebih asri. Sementara itu, tanaman sayur dan tanaman obat dipilih agar memiliki manfaat langsung bagi kebutuhan warga.

Tanaman yang ditanam tidak hanya bersifat estetis, tetapi juga mendukung ketahanan pangan skala kecil. Warga dapat memetik sayur dan tanaman obat langsung dari gang atau depan rumah tanpa harus ke pasar.

"Kami mempersilakan mereka memetik beberapa jenis tanaman obat yang diperlukan. Jika ada warga yang bingung mencari obat tradisional, kami juga dengan senang hati menunjukkan dan menjelaskan khasiatnya," ujar Tedja Sukmana.

Kemudahan akses tanaman obat ini membuat warga merasa terbantu dalam kebutuhan sehari-hari. Untuk luka ringan atau keluhan kesehatan ringan, warga bisa langsung memanfaatkan tanaman yang tersedia.

Selain tanaman obat, berbagai jenis sayuran juga ditanam secara mandiri oleh warga. Sayuran tersebut bisa dipetik langsung saat dibutuhkan, sehingga lebih segar dan hemat biaya.

Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta, Wa Ode Herlina, menilai langkah warga Pengadegan sebagai inovasi cerdas. Menurutnya, kebiasaan bertani di lahan terbatas menjadi solusi realistis bagi wilayah perkotaan seperti Jakarta.

Sebaiknya Anda baca juga:

"Selama ini kebutuhan sayur warga sangat bergantung pada pasokan dari luar Jakarta. Hampir semuanya didatangkan dari pasar tradisional maupun pasar modern," kata Wa Ode.

Meski hasil panen masih terbatas, Wa Ode mengapresiasi semangat warga yang ingin mandiri pangan. Upaya ini dinilai sebagai langkah awal menciptakan ketahanan pangan keluarga secara berkelanjutan.

"Istilahnya, ini menciptakan ketahanan pangan untuk mereka dan keluarganya," ucap Wa Ode.

Lebih dari sekadar urusan pangan, program gang hijau ini juga membawa dampak sosial yang positif. Warga kembali aktif berinteraksi dan bekerja bersama dalam merawat lingkungan.

Wa Ode menambahkan, keberhasilan Kampung Hidroponik Pengadegan juga berfungsi menghidupkan kembali nilai gotong royong. Semangat kebersamaan ini dinilai semakin penting di tengah kehidupan perkotaan yang cenderung individualistis.

Program ini menjadi contoh bahwa keterbatasan lahan bukan penghalang untuk berinovasi. Kampung Hidroponik Pengadegan menunjukkan bahwa lingkungan hijau, sehat, dan produktif bisa diwujudkan dari level paling dasar, yakni warga.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Jakarta Model Percontohan Pelayanan Terpadu

59 menit yang lalu | Deri Henriawan

Megapolitan
Jakarta Model Percontohan P...
Megapolitan
Pelatihan untuk Tekan Penga...
Nasional
Pengesahan UU Pengembangan ...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
WHO: Makanan Tercemar Tewaskan 1,5 Juta Penduduk Setiap Tahun

WHO: Makanan Tercemar Tewaskan 1,5 Juta Penduduk Setiap Tahun

05 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.