Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Di Tengah Gejolak, Ekonomi AS dan Dunia Justru Melonjak Sepanjang 2025

📅 Senin, 05 Jan 2026, 01:00 WIB | Oleh:
Di Tengah Gejolak, Ekonomi AS dan Dunia Justru Melonjak Sepanjang 2025 Doc: istimewa
Ket. Perekonomian Amerika Serikat (AS) dan global justru mencatat kinerja kuat sepanjang 2025

NEW YORK - Perekonomian Amerika Serikat (AS) dan global justru mencatat kinerja kuat sepanjang 2025, meskipun tahun tersebut dipenuhi berbagai tantangan ekonomi, geopolitik, dan kebijakan yang dinilai berisiko oleh banyak ekonom. Ketidakpastian yang muncul akibat perubahan arah kebijakan pemerintah AS, konflik geopolitik di berbagai kawasan, hingga lonjakan utang global, ternyata tidak mampu menahan laju pertumbuhan ekonomi dan pasar keuangan.

Dikutip dari Channel NewsAsia, sepanjang 2025, pemerintah AS mengguncang tatanan ekonomi global dengan menerapkan tarif dagang secara luas, mengesampingkan peran lembaga internasional, serta mempertanyakan independensi bank sentralnya sendiri, Federal Reserve. Langkah-langkah tersebut sempat menimbulkan kekhawatiran akan perlambatan ekonomi, lonjakan inflasi, hingga resesi global. Namun, skenario terburuk itu tidak sepenuhnya terwujud.

Ekonomi AS justru menunjukkan akselerasi pertumbuhan. Produk domestik bruto (PDB) riil AS tumbuh hingga 4,3 persen pada kuartal ketiga 2025. Di saat yang sama, kekhawatiran akan pembalasan dagang besar-besaran dari negara lain relatif tidak terjadi, sehingga tekanan terhadap perdagangan internasional dapat diredam.

Di tingkat global, perekonomian dunia tumbuh sekitar 3 persen, sebuah capaian yang dinilai solid di tengah situasi penuh ketidakpastian. Tiongkok pun mampu menunjukkan ketahanan yang signifikan. Meski ekspor ke AS anjlok sekitar 30 persen akibat kebijakan proteksionisme, Tiongkok berhasil mengalihkan arus perdagangannya ke Eropa dan Asia Tenggara. Bahkan, untuk pertama kalinya, surplus perdagangan Tiongkok menembus angka lebih dari 1 triliun dollar AS.

Lonjakan ekonomi juga didorong oleh pesatnya perkembangan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dan derasnya aliran dana dari pasar modal. Saham-saham teknologi melonjak tajam, dengan indeks Nasdaq menguat sekitar 21 persen dan S&P 500 naik 17 persen sepanjang tahun. Perusahaan chip Nvidia mencetak sejarah sebagai perusahaan pertama di dunia dengan valuasi menembus 5 triliun dollar AS, sementara OpenAI mengumumkan kerja sama bernilai miliaran dolar AS dengan Disney.

Pasar modal tampak sangat longgar dalam membiayai ekspansi sektor AI, bahkan bagi perusahaan yang belum memiliki model bisnis dan pendapatan yang kuat. Fenomena ini juga diikuti dengan kembalinya praktik pembiayaan mandiri, seperti ketika Nvidia secara tidak langsung membiayai pembelian produknya sendiri oleh OpenAI.

Gejolak Fiskal

Di sisi lain, pasar keuangan global tetap mampu menyerap pembiayaan utang dan defisit besar negara-negara maju. Kekhawatiran akan lonjakan biaya pinjaman tidak sepenuhnya terjadi. Sebaliknya, suku bunga justru berakhir lebih rendah dibandingkan awal tahun.

Gejolak fiskal di sejumlah negara seperti Prancis dan Inggris sempat memicu kegelisahan pasar, namun dampaknya relatif terbatas setelah pemerintah masing-masing negara mengambil langkah penenangan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Olahraga
Liverpool Gagal Menang di A...
Luar Negeri
Selamat Datang di Festival ...
Daerah
Kebakaran Kawah Ijen Sudah ...
Advertisement
Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.