Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

SPHP Jadi Andalan Stabilitas, Dirut Bulog Pastikan Distribusi Sepanjang Tahun 2026

📅 Minggu, 04 Jan 2026, 17:25 WIB | Oleh: Tim Penulis

Meski begitu, penyesuaian volume tetap diterapkan oleh Bulog di saat puncak panen terutama pada Maret dan April agar penyaluran tidak menekan harga gabah petani di sentra produksi.

Selain Maret dan April pengurangan volume juga dilakukan pada Agustus khusus di wilayah sentra pangan untuk mencegah penumpukan pasokan berlebih di pasar selama panen raya berlangsung.

"Di saat puncak musim panen bulan Maret dan April termasuk Agustus, itu penyaluran SPHP di daerah-daerah sentra produksi, SPHP-nya dikurangin. Dikecilkan volumenya. Tapi tetap dilakukan supaya apa? Tidak tumpah banyak di pasaran," beber Rizal.

Sementara itu bagi daerah di luar sentra produksi pangan, penyaluran SPHP tetap berjalan normal sepanjang tahun guna memastikan ketersediaan beras terjangkau bagi masyarakat yang membutuhkan.

"Yang di daerah-daerah yang tidak sentra produksi pangan, SPHP-nya tetap jalan seperti biasa. Tapi khusus yang daerah-daerah sentra produksi pangan seperti Jawa, Sumatera, Sulawesi Selatan, NTB itu SPHP-nya dikecilkan volumenya. Tapi yang lain tetap berjalan seperti biasa," imbuh Rizal.

Adapun target penyaluran beras SPHP di tahun 2026 sebanyak 1,5 juta ton guna menjaga stabilitas harga serta keterjangkauan bagi masyarakat luas. Target itu tidak berubah dari tahun 2025 yang juga 1,5 juta ton.

Beras SPHP dijual sesuai dengan harga eceran tertinggi (HET), yaitu Rp12.500 per kilogram untuk zona 1 (Jawa, Lampung, Sumatra Selatan, Bali, NTB, Sulawesi); Rp13.100 per kilogram untuk zona 2 (Sumatra selain Lampung dan Sumsel, NTT, Kalimantan); dan Rp13.500 per kilogram untuk zona 3 (Maluku, Papua).

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Belajar merangkai kain batik di Semarang

1.5 jam yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Belajar merangkai kain bati...
Ekonomi
Digitalisasi ekonomi melalu...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.