Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Ketegangan AS–Venezuela Membara, Pasar Keuangan Global Terancam

📅 Minggu, 04 Jan 2026, 22:05 WIB | Oleh: Tim Penulis

Dari dalam negeri, Ia menyebut pelaku pasar mencermati kesinambungan kebijakan ekonomi pemerintah yang pro-pasar, stabilitas makroekonomi, serta realisasi kinerja awal tahun emiten-emiten berkapitalisasi besar.

"Kombinasi sentimen global dan domestik ini membuat pergerakan IHSG cenderung fluktuatif, namun masih berada dalam fase konsolidasi yang sehat selama support utama mampu dipertahankan," ujar Hendra.

Dalam konteks jangka menengah panjang, menurutnya, proyeksi IHSG menembus level 10.000 pada akhir 2026 memang terkesan ambisius, namun masih berada dalam koridor realistis apabila dikaitkan dengan fondasi pasar modal Indonesia.

"Awal 2026 pun dibuka dengan sentimen positif, tercermin dari penguatan IHSG lebih dari 1 persen pada hari perdagangan pertama dengan nilai transaksi yang besar, menandakan kepercayaan pasar terhadap prospek ekonomi nasional masih cukup solid," ujar Hendra.

Namun demikian, untuk mencapai level psikologis 10.000, menurutnya, penguatan IHSG tetap membutuhkan dukungan fundamental yang berkelanjutan.

Selain itu, lanjutnya, pertumbuhan laba emiten, terutama saham-saham berkapitalisasi besar, akan menjadi motor utama indeks.

Kemudian, peluang kembalinya arus dana asing seiring meningkatnya ekspektasi penurunan suku bunga global, stabilitas inflasi, nilai tukar rupiah yang terkendali, serta keberlanjutan IPO berkualitas akan memperkuat struktur pasar modal secara jangka panjang.

"Di tengah volatilitas jangka pendek akibat sentimen geopolitik, strategi yang lebih relevan adalah selektif dan memanfaatkan koreksi sebagai peluang trading maupun akumulasi terbatas," ujar Hendra.

Secara keseluruhan, meskipun ketegangan global akibat konflik AS dan Venezuela berpotensi menekan IHSG dalam jangka pendek, namun struktur pasar domestik yang semakin matang dan prospek pertumbuhan laba emiten membuat outlook IHSG tetap konstruktif.

"Selama area support 8.642-8.672 mampu bertahan, peluang IHSG untuk kembali menguji level tertinggi sepanjang masa di 8.777 tetap terbuka," ujar Hendra.

Data penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat (02/01) sore, IHSG ditutup menguat 101,19 poin atau 1,17 persen ke posisi 8.748,13.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 3.127.022 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 51,14 miliar lembar saham senilai Rp22,26 triliun. Sebanyak 479 saham naik 200 saham menurun, dan 131 tidak bergerak nilainya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...

PSG Incar Celah Pertahanan Barcelona

1.5 jam yang lalu | Sujar

Olahraga
PSG Incar Celah Pertahanan ...

Lumayan, Transportasi Jakarta Terbaik Nomor 15

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Lumayan, Transportasi Jakar...
Megapolitan
Tangerang Perkuat Transpara...
Advertisement
Usai Prancis Membara, Kini Meksiko Rusuh Gara-gara Krisis Air

Usai Prancis Membara, Kini Meksiko Rusuh Gara-gara Krisis Air

19 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.