Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Krisis Perairan Ancam Dunia, Indonesia Pimpin Ratusan Negara Berkumpul di Bali

📅 Selasa, 20 Okt 2026, 01:20 WIB | Oleh:
Krisis Perairan Ancam Dunia, Indonesia Pimpin Ratusan Negara Berkumpul di Bali Doc: ANTARA/HO-UNDP Indonesia
Ket. Menteri Lingkungan Hidup Indonesia Mohammad Jumhur Hidayat menyampaikan pidato pada pembukaan Konferensi Dua Tahunan Perairan Internasional ke-11 Global Environment Facility (IWC11) di Bali, Senin (19/10).

JAKARTA - Lebih dari 400 delegasi dari berbagai negara berkumpul di Bali untuk menghadiri Konferensi Dua Tahunan Perairan Internasional ke-11 Global Environment Facility (IWC11 GEF) pada 19–22 Oktober 2026. 

Konferensi yang bertema “Shared Waters, Transformative Solutions: Enabling Systems Change” itu mempertemukan perwakilan pemerintah, organisasi internasional, dan mitra pembangunan untuk memperkuat kolaborasi serta mendorong solusi berkelanjutan bagi ekosistem air tawar dan laut yang dimiliki bersama.

Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) RI Mohammad Jumhur Hidayat mengatakan isu perairan lintas batas memerlukan aksi kolaboratif dan tidak terfragmentasi.

“Air tidak mengenal batas negara, begitu pula komitmen kita dalam menjaganya. Perubahan iklim, hilangnya keanekaragaman hayati, dan pencemaran yang bersumber dari daratan, khususnya sampah plastik, mengancam ekosistem perairan di seluruh dunia,” kata Jumhur dalam keterangan tertulis UNDP Indonesia pada Senin.

Menurut Jumhur, krisis perairan saat ini membutuhkan solusi yang sistemik dan transformatif dengan menyatukan kebijakan, inovasi, pembiayaan berkelanjutan, serta tata kelola yang kuat untuk lintas batas negara.

Bagi Indonesia sebagai negara kepulauan, penyelenggaraan IWC11 mencerminkan komitmen nasional untuk melindungi sumber daya air secara terpadu, mulai dari sungai, danau, hingga ekosistem pesisir dan laut yang menopang ketahanan pangan dan mata pencaharian masyarakat.

Kepala Perwakilan UNDP Indonesia Sara Ferrer Olivella di acara tersebut menyampaikan kerja sama internasional sangat krusial dalam mengelola ekosistem perairan.

“Bersama GEF, UNDP mendukung negara-negara dalam memperkuat pengelolaan 14 ekosistem laut berskala besar (large marine ecosystem) yang mencakup hampir 100 negara. Melalui IWC11, kita memiliki kesempatan untuk memperkuat kolaborasi ini dan mendorong investasi berpihak pada keberlanjutan,” kata Sara.

Sementara itu, Director at the Intergovernmental Oceanographic Commission (IOC) of UNESCO Julian Barbière menggarisbawahi pentingnya sains dan inovasi dalam menghadapi pencemaran laut dan perubahan iklim sejalan dengan semangat Dekade Ilmu Kelautan PBB untuk Pembangunan Berkelanjutan.

CEO dan Ketua Global Environment Facility (GEF) Diego Mesa Puyo menyatakan menjelang siklus pendanaan kesembilan (GEF-9), IWC11 menjadi momentum penting untuk menelaah pembelajaran dari program-program perairan internasional sebelumnya.

“Memasuki GEF-9, kami ingin memperkuat kerja sama yang telah terbangun dan mendorong solusi yang tidak hanya menjawab tantangan saat ini, tetapi juga memberikan manfaat yang lebih luas dan berkelanjutan,” kata Diego.

IWC11 diselenggarakan oleh IW:LEARN bersama Pemerintah Indonesia, GEF, UNDP, UNEP, Komisi Oseanografi Antarpemerintah UNESCO (UNESCO-IOC), dan mitra lainnya dengan merangkaikan diskusi pleno, pertukaran pengalaman, hingga kunjungan teknis lapangan.

Melalui IWC11, pengalaman dan pembelajaran dari berbagai program perairan internasional yang didukung GEF diharapkan dapat menjadi landasan bagi langkah-langkah konkret ke depan.

GEF sendiri merupakan wadah pendanaan global yang mendukung upaya perlindungan lingkungan hidup.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Olahraga
PSG Incar Celah Pertahanan ...

Lumayan, Transportasi Jakarta Terbaik Nomor 15

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Lumayan, Transportasi Jakar...
Megapolitan
Pasar Tengah Buruk, Pemprov...
Advertisement
Usai Prancis Membara, Kini Meksiko Rusuh Gara-gara Krisis Air

Usai Prancis Membara, Kini Meksiko Rusuh Gara-gara Krisis Air

19 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.