Bantul Tercatat sebagai Daerah dengan Durasi Terlama tanpa Hujan di Indonesia, Pemkab Optimalkan Penyediaan Air Bersih
📅 Senin, 19 Okt 2026, 16:30 WIB | Oleh: SriyonoYOGYAKARTA - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mengoptimalkan upaya penyediaan air bersih bagi wilayah terdampak kekeringan, terutama setelah daerah itu tercatat sebagai daerah dengan durasi hari tanpa hujan (HTH) terlama di Indonesia.
Bupati Abdul Halim Muslih di Bantul, Senin (19/10), mengatakan Bantul termasuk daerah dengan durasi HTH terlama di Indonesia dan kondisi tersebut terjadi pada tahun ini.
"Ya, itu fakta yang kita terima seperti itu. Tetapi kan kondisi semacam ini tidak tetap," katanya.
Menurut dia, dengan adanya predikat tersebut pemerintah kabupaten akan mengoptimalkan penyediaan air bersih melalui distribusi menggunakan tangki (dropping) maupun pengadaan sumur bor.
"Saya yakin ya dengan adanya penyediaan air, baik dropping maupun sumur pompa yang ada di masyarakat, kita masih bisa mengatasi krisis air ini," ujarnya.
Ia mengatakan upaya distribusi air bersih terus dilakukan, terutama di wilayah yang terdampak kekeringan hingga mengalami krisis air.
"Kita masih mampu untuk terus melakukan dropping air di daerah-daerah yang mengalami kekeringan. Tapi insyaallah ini sebentar lagi sudah memasuki musim hujan," katanya.
Sementara itu, Kepala Bidang Kedaruratan, Logistik, Peralatan, Rehabilitasi, dan Konstruksi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bantul Antoni Hutagaol mengatakan wilayah perbukitan dan dataran tinggi di Kabupaten Bantul diidentifikasi berpotensi mengalami kekeringan, krisis air bersih, serta risiko kebakaran lahan.
"Penanganan dropping air bersih telah dilaksanakan mulai 20 Juni 2026 hingga hari ini," katanya.
Menurut dia, total air bersih yang telah didistribusikan mencapai 6.658.000 liter melalui 1.301 pengiriman tangki yang didukung armada gabungan, terdiri atas 256 tangki dari BPBD, 186 tangki dari Palang Merah Indonesia (PMI), 44 tangki dari Taruna Siaga Bencana (Tagana), serta 815 tangki dari donasi.
Ia mengatakan penyaluran bantuan air bersih menjangkau sembilan kapanewon, 19 kalurahan, dan 52 dusun, dengan penerima manfaat sebanyak 3.579 kepala keluarga (KK) atau 14.332 jiwa.
Ia merinci distribusi bantuan air bersih di sembilan kapanewon, yakni Pundong sebanyak 424 tangki, Imogiri 371 tangki, Dlingo 292 tangki, Piyungan 85 tangki, Pajangan 73 tangki, Sedayu 29 tangki, Kasihan 15 tangki, Srandakan tujuh tangki, dan Bambanglipuro empat tangki.
"Pundong jadi wilayah dengan distribusi terbesar, yaitu mencapai 2.120.000 liter atau 424 tangki untuk 331 KK/604 jiwa," katanya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!