Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

122 Bidang Lahan Digusur, Pemkab Sidoarjo Akhirnya Eksekusi Pembangunan Flyover Gedangan

📅 Selasa, 20 Okt 2026, 01:35 WIB | Oleh:
122 Bidang Lahan Digusur, Pemkab Sidoarjo Akhirnya Eksekusi Pembangunan Flyover Gedangan Doc: ANTARA/HO-Kominfo Kabupaten Sidoarjo
Ket. Foto udara perempatan Gedangan di Sidoarjo, Jawa Timur.

SIDOARJO - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo, Jawa Timur, bersama Badan Pertanahan Nasional (BPN) menyelesaikan pemetaan titik koordinat untuk pembebasan 122 bidang lahan terdampak pembangunan flyover Gedangan. 

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Sumber Daya Air (PUBMSDA) Kabupaten Sidoarjo M Mahmud mengatakan pengukuran tersebut dilakukan untuk menyelaraskan peta perencanaan antara Pemerintah Kabupaten Sidoarjo, PT Kereta Api Indonesia (Persero), dan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Kementerian PU.

"Progresnya semakin baik, pemetaan garis geometris jalan sudah rampung dan bersifat final," kata Mahmud di Sidoarjo, Senin (19/10).

Ia menjelaskan pengukuran mencakup sembilan titik koordinat di sisi selatan dan 12 titik di sisi utara persimpangan Gedangan dengan total lahan yang akan dibebaskan mencapai 122 bidang seluas sekitar 22.220 meter persegi.

Mahmud mengatakan lahan tersebut meliputi aset milik warga setempat dan PT Kereta Api Indonesia (KAI) yang terdampak pembangunan infrastruktur untuk mengurai kepadatan lalu lintas di kawasan persimpangan tersebut.

Dirinya menyebut setelah pemetaan geometris selesai, Kantor Wilayah BPN Jawa Timur dijadwalkan mengundang Pemerintah Kabupaten Sidoarjo untuk penetapan lokasi (penlok) sekaligus menerbitkan peta bidang tanah, dengan target penetapan lokasi rampung pada 20 Oktober 2026.

Tahapan berikutnya, lanjutnya, adalah penilaian oleh tim penilai independen atau apraisal untuk menentukan besaran ganti rugi atas tanah, bangunan, dan aset lain yang terdampak sebelum hasil penilaian disosialisasikan kepada pemilik lahan.

Mahmud menjelaskan pengadaan lahan akan dilakukan secara bertahap melalui dua tahun anggaran, yakni 2026 dan 2027, dengan mempertimbangkan kemampuan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Sidoarjo.

"Pelaksanaan secara bertahap juga mempertimbangkan kondisi sosial masyarakat terdampak agar mereka memiliki waktu yang cukup untuk mempersiapkan kepindahan ke lokasi baru," ujarnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...

PSG Incar Celah Pertahanan Barcelona

1.5 jam yang lalu | Sujar

Olahraga
PSG Incar Celah Pertahanan ...

Lumayan, Transportasi Jakarta Terbaik Nomor 15

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Lumayan, Transportasi Jakar...
Megapolitan
Tangerang Perkuat Transpara...
Advertisement
Usai Prancis Membara, Kini Meksiko Rusuh Gara-gara Krisis Air

Usai Prancis Membara, Kini Meksiko Rusuh Gara-gara Krisis Air

19 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.