Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

PFII Dinilai Bisa Tarik Investasi Asing, Asal Kepastian Hukum dan Tata Kelola Diperkuat

📅 Senin, 06 Jul 2026, 06:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
PFII Dinilai Bisa Tarik Investasi Asing, Asal Kepastian Hukum dan Tata Kelola Diperkuat Doc: Antara
Ket. Kepala Ekonom Trimegah Sekuritas Indonesia Fakhrul Fulvian.

Jakarta – Pembentukan Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII) dinilai berpotensi meningkatkan daya tarik investasi asing dan memperdalam pasar keuangan nasional. Namun, Kepala Ekonom Trimegah Sekuritas Indonesia Fakhrul Fulvian menilai keberhasilan PFII tidak cukup hanya mengandalkan insentif perpajakan, melainkan harus didukung kepastian hukum, tata kelola yang kredibel, dan kepercayaan investor.

"Financial center dibangun di atas kepercayaan. Insentif pajak memang penting, tetapi tidak pernah cukup. Yang lebih menentukan adalah apakah investor merasa aman menempatkan dan memutar dana jangka panjang di Indonesia," kata Fakhrul dalam keterangan tertulis di Jakarta, Minggu (5/7).

Ia menjelaskan investor global umumnya lebih mempertimbangkan kepastian hukum, perlindungan hak investor, kemudahan arus modal, kualitas regulasi, efisiensi penyelesaian transaksi, serta kedalaman pasar keuangan dibandingkan sekadar insentif fiskal.

Karena itu, pemerintah didorong memprioritaskan penguatan regulasi, kepastian perpajakan, kemudahan berusaha, mekanisme penyelesaian sengketa yang kredibel, serta pengembangan instrumen keuangan berbasis valuta asing. Selain itu, pendalaman pasar obligasi, pasar uang valas, instrumen lindung nilai (hedging), dan infrastruktur pasar keuangan juga dinilai menjadi prasyarat penting bagi keberhasilan PFII.

Fakhrul menilai keberadaan PFII juga harus menjadi bagian dari strategi besar untuk menjaga perputaran dolar Amerika Serikat tetap berada di dalam sistem keuangan nasional.

Menurutnya, keberhasilan PFII tidak semata diukur dari besarnya modal asing yang masuk, tetapi juga dari kemampuan Indonesia mempertahankan perputaran devisa hasil ekspor, tabungan masyarakat, dan dana investasi agar tidak terus mengalir ke pusat-pusat keuangan luar negeri.

"Selama dollar loop lebih banyak terjadi di luar negeri, likuiditas valas domestik akan tetap tipis dan nilai tukar menjadi lebih rentan terhadap gejolak global," ujarnya.

Ia mencontohkan Korea Selatan yang terus mereformasi pasar valuta asing dan mengembangkan Seoul sebagai pusat keuangan internasional agar aktivitas transaksi keuangan global lebih banyak dilakukan di dalam negeri.

Dalam konteks tersebut, Fakhrul menilai PFII memiliki peluang besar meningkatkan daya saing Indonesia apabila mampu membangun ekosistem keuangan internasional yang kredibel. Menurutnya, PFII harus menjadi pusat bagi eksportir, investor institusi, dana pensiun, sovereign wealth fund, hingga investor global untuk menyimpan dana, melakukan pembiayaan, transaksi lindung nilai, serta memperdagangkan berbagai instrumen keuangan dari Indonesia.

"PFII seharusnya menjadi bagian dari strategi besar membangun domestic dollar ecosystem. Ketika devisa hasil ekspor, tabungan residen, dan dana investasi dapat terus berputar di Indonesia, stabilitas nilai tukar akan lebih kuat, biaya pendanaan lebih efisien, dan ketahanan ekonomi nasional meningkat," tuturnya.

Selain memperkuat stabilitas keuangan, Fakhrul menilai PFII berpotensi menjadi sumber pembiayaan alternatif bagi proyek-proyek strategis nasional, termasuk investasi jangka panjang yang dikelola Danantara maupun sektor swasta. Namun, ia menekankan seluruh mekanisme tersebut harus dibangun di atas prinsip transparansi, tata kelola yang baik, dan mekanisme pasar yang kredibel.

"PFII dapat membantu memperluas basis pembiayaan pembangunan. Tetapi kuncinya adalah transparansi, tata kelola, dan mekanisme pasar yang kredibel. Jangan sampai PFII hanya menjadi kanal pembiayaan yang bersifat administratif. Ia harus menjadi pasar yang dipercaya," katanya.

Pengadilan Khusus

Sementara itu, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan pemerintah tengah menyiapkan berbagai fasilitas untuk menarik investor berinvestasi di PFII. Insentif yang disiapkan meliputi kemudahan di bidang keimigrasian, ketenagakerjaan, residensi, perizinan, hingga perpajakan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
Nasional
BNN: Kasus Vape Mengandung ...
Luar Negeri
PDB Tiongkok Tetap Tumbuh P...
Megapolitan
Polusi Udara Jakarta Tembus...

KONI: Kejurnas Gateball 2026 Resmi Dibuka

1.5 jam yang lalu | Ilham Sudrajat

Olahraga
KONI: Kejurnas Gateball 202...

BMKG Waspadai Munculnya Siklon Tropis Champi

1.5 jam yang lalu | Ilham Sudrajat

Nasional
BMKG Waspadai Munculnya Sik...
Advertisement
Seluruh Penumpang KMP Batumandi Berhasil Dievakuasi

Seluruh Penumpang KMP Batumandi Berhasil Dievakuasi

20 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.