Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
pasang iklan di koran jakarta
Ads

Jerman-Prancis Desak Uni Eropa Buat Instrumen Dagang Baru

28 Rabu, 07 Okt 2026, 03:03 WIB | Oleh:
Jerman-Prancis Desak Uni Eropa Buat Instrumen Dagang Baru Jerman-Prancis Desak Uni Eropa Buat Instrumen Dagang Baru Doc: Vecteezy

ISTANBUL - Prancis dan Jerman menyerukan instrumen perdagangan baru dari Uni Eropa karena sarana yang ada saat ini tidak lagi memadai untuk mengatasi tantangan yang dihadapi sistem perdagangan blok tersebut.

Dalam surat bersama untuk Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen, Presiden Prancis Emmanuel Macron dan Kanselir Jerman Friedrich Merz menggambarkan bahwa Uni Eropa sedang menghadapi tantangan yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Macron dan Merz mengatakan sistem perdagangan berbasis aturan telah sangat terpengaruh oleh pemanfaatan perdagangan sebagai senjata (weaponization of trade), praktik-praktik yang mendistorsi pasar, serta ketidakseimbangan makroekonomi global.

"Semua ini merusak kesetaraan persaingan bagi perusahaan-perusahaan kami, posisi kami sebagai produsen industri utama yang berdaulat, serta kemampuan kami untuk berinovasi, yang berujung pada meningkatnya ketergantungan dan risiko geoekonomi," menurut surat itu.

Dengan semua alasan itu, Macron dan Merz perlu tindakan mendesak untuk mengatasi ancaman-ancaman tersebut, melakukan diversifikasi, dan mengurangi risiko.​​​​​​​

Macron dan Merz juga menyambut baik upaya untuk memperkuat ketahanan dan daya saing Uni Eropa, serta menyerukan pemanfaatan penuh terhadap langkah-langkah pertahanan perdagangan yang sudah ada di blok tersebut.

"Namun, hal ini tidak lagi cukup," kata mereka, seraya menyerukan adanya kerangka kerja komprehensif untuk melengkapi perangkat yang ada dengan instrumen hukum baru secara efisien dan tanpa birokrasi berlebihan.

Instrumen pertama yang diusulkan itu untuk mengurangi ketergantungan Eropa, mengatasi konsentrasi rantai pasokan yang ada, serta mencegah munculnya konsentrasi baru.

Instrumen kedua untuk menangani kasus-kasus di mana negara-negara ketiga secara sengaja berusaha menghalangi pemulihan kesetaraan persaingan dan kondisi pasar yang adil melalui cara-cara politik atau ekonomi.

Tindakan semacam itu dapat mengakibatkan "distorsi yang parah dan sistematis" terhadap pasar internal Uni Eropa.

Mekanisme yang diusulkan itu akan memberi kewenangan bagi Komisi Eropa untuk mengambil tindakan tegas dan sistemik, termasuk melalui berbagai langkah tegas hingga pemutusan akses secara langsung dari pasar internal jika diperlukan.

"Instrumen ini harus bersifat netral terhadap negara mana pun," menurut surat tersebut.

Macron dan Merz juga menyoroti hambatan non-tarif signifikan yang dihadapi para eksportir Uni Eropa.

Mereka juga menyoroti adanya berbagai produk di pasar Uni Eropa yang menunjukkan tingkat ketidakpatuhan terhadap peraturan Uni Eropa hingga mencapai rekor tertinggi, termasuk aturan keselamatan konsumen.

Mereka menyebut ketidaksetaraan dan penilaian terlalu rendah terhadap nilai tukar riil sebagai faktor yang berkontribusi terhadap keunggulan daya saing harga dibandingkan dengan perusahaan-perusahaan Eropa, serta ketidakseimbangan yang semakin meningkat dengan Uni Eropa.

Surat tersebut juga menyerukan penguatan basis industri Eropa melalui kebijakan industri, penyederhanaan, serta investasi publik dan swasta.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
  • Polisi Jambi Tangkap Tiga Pelaku Pembobol Pipa Pertamina
    percayalah pencurian tidak akan terjadi kalau biaya hidup ...
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta

Mengagetkan, Satu Prajurit Kopassus Ini Jadi Tersangka

53 menit yang lalu | Marcellus Widiarto

Nasional
Mengagetkan, Satu Prajurit ...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Menteri ATR/BPN Nusron Wahid Dikabarkan Dipanggil KPK Hari Ini, MAKI: Jika Mangkir Lagi KPK Harus Jemput Paksa

Menteri ATR/BPN Nusron Wahid Dikabarkan Dipanggil KPK Hari Ini, MAKI: Jika Mangkir Lagi KPK Harus Jemput Paksa

28 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.