Usai Prancis Membara, Kini Meksiko Rusuh Gara-gara Krisis Air
📅 Senin, 19 Okt 2026, 21:38 WIB | Oleh: Deri HenriawanKOTA MEKSIKO - Aksi unjuk rasa pada Minggu (18/10) yang menentang krisis pasokan dan pencemaran air di Guadalajara, Meksiko bagian barat, berujung rusuh.
Aksi tersebut merupakan demonstrasi kedua dalam sepekan yang dipicu oleh krisis air di kota itu.
Warga di wilayah metropolitan Guadalajara telah bertahun-tahun menghadapi masalah pasokan air. Mereka mengeluhkan kekurangan air serta air berwarna hitam dan berbau menyengat yang mengalir dari keran rumah.
Gubernur Jalisco, Pablo Lemus, pada awal bulan ini mengakui kejadian yang disebutnya sebagai “krisis air minum yang belum pernah terjadi sebelumnya”. Otoritas kesehatan juga mendeteksi bakteri koliform dalam pasokan air.
Aksi unjuk rasa pada Minggu berubah ricuh ketika sekelompok orang bertopeng diduga meledakkan bahan peledak dan membakar pintu masuk gedung Kongres negara bagian Jalisco.
Pihak berwenang dan penyelenggara demonstrasi menyebut kelompok itu sebagai penyusup yang diduga bergabung dalam aksi untuk memicu kerusuhan.
Video dan laporan yang beredar di media sosial memperlihatkan sejumlah orang membawa palu, bom molotov, dan petasan. Laporan mengenai penjarahan serta perusakan tempat usaha juga beredar.
Beberapa pengunjuk rasa menyatakan tidak terkait dengan tindakan kelompok bertopeng tersebut dan menentang tindakan mereka. Sejumlah massa demonstrasi bahkan menolak melanjutkan pawai sebelum orang-orang yang bertanggung jawab atas kerusuhan itu dipisahkan dari rombongan.
Provokator
“Pada awalnya, sekelompok preman yang melakukan kekerasan berusaha memicu kerusuhan dan kekacauan. Namun, para penyelenggara dari kalangan masyarakat berhasil mengidentifikasi mereka, menolak tindakan mereka, dan mengusir mereka dari pawai,” tulis Lemus di platform media sosial X.
Sebanyak lima orang dilaporkan ditahan setelah ditemukan berada di dalam sebuah mobil pikap curian yang berisi beberapa wadah bensin. Mereka diduga terlibat dalam pembakaran pintu masuk gedung Kongres negara bagian dan gedung lembaga peradilan.
Demonstrasi terbaru itu menyusul aksi pertama bertajuk "Pawai untuk Air" yang digelar di Guadalajara pada 11 Oktober dan diikuti lebih dari 10.000 orang.
Dalam aksi tersebut, pihak berwenang mengerahkan polisi antihuru-hara dan petugas pemadam kebakaran. Petugas dilaporkan menggunakan air bersih untuk membubarkan demonstran.
Aksi unjuk rasa pada 11 Oktober itu menyebabkan 57 orang terluka dan 39 orang ditahan. Insiden tersebut juga diwarnai tuduhan penggunaan kekuatan berlebihan oleh polisi terhadap demonstran dan wartawan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!