Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Gencatan Senjata Thailand-Kamboja Masih Rapuh, Pemindahan 18 Tentara Ditunda

📅 Selasa, 30 Des 2025, 20:15 WIB | Oleh:
Gencatan Senjata Thailand-Kamboja Masih Rapuh, Pemindahan 18 Tentara Ditunda Doc: Reuters
Ket. Sebuah truk militer mengangkut tank di jalan di tengah bentrokan mematikan antara Thailand dan Kamboja di sepanjang wilayah perbatasan yang disengketakan, di provinsi Surin, Thailand, 11 Desember 2025.

JAKARTA - Pemerintah Thailand memutuskan menunda pemindahan 18 tentara Kamboja yang ditawan di tengah konflik perbatasan kedua negara Asia Tenggara tersebut. Penundaan ini terjadi meski gencatan senjata telah diberlakukan dan melewati batas waktu 72 jam yang sebelumnya disepakati sebagai syarat pembebasan.

Keputusan tersebut diambil menyusul meningkatnya kekhawatiran keamanan di wilayah perbatasan Thailand dan Kamboja. Otoritas Thailand menilai situasi di lapangan belum sepenuhnya kondusif untuk melakukan penyerahan pasukan yang ditawan.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Thailand, Nikorndej Balankura, mengatakan Bangkok tengah mengevaluasi ulang waktu dan mekanisme pemindahan para tentara tersebut. Ia menegaskan bahwa faktor keamanan menjadi pertimbangan utama dalam proses tersebut.

"Pertimbangan mengenai tanggal dan waktu pelepasan bergantung pada aspek keamanan," kata Nikorndej dalam konferensi pers di Bangkok.

Ia juga menyebut bahwa penyerahan para tentara Kamboja tersebut masih berpotensi dilakukan dalam waktu dekat.

Sebelumnya, militer Thailand menuding Kamboja telah melanggar ketentuan gencatan senjata yang baru diperbarui. Tuduhan itu berkaitan dengan aktivitas pesawat tanpa awak yang disebut memasuki wilayah udara Thailand secara masif.

Pihak militer Thailand mengklaim lebih dari 250 pesawat tanpa awak Kamboja terdeteksi melintasi wilayahnya pada Minggu malam. Insiden ini dinilai memperkeruh suasana dan meningkatkan ketegangan meski pertempuran bersenjata telah dihentikan.

Dari pihak Kamboja, pemerintah belum memberikan pernyataan resmi terkait keterlambatan pembebasan para tentaranya. Juru bicara pemerintah Kamboja, Pen Bona, hanya menyampaikan bahwa situasi masih terus dipantau.

Pen Bona menyatakan pemerintah Kamboja belum mengambil sikap terbuka terkait langkah Thailand tersebut. Pernyataan ini disampaikan sebagaimana dilaporkan oleh kantor berita internasional.

Penyerahan 18 tentara Kamboja sejatinya dijadwalkan dilakukan apabila gencatan senjata dipatuhi selama 72 jam penuh. Gencatan senjata itu mulai berlaku pada Sabtu siang dan bertujuan menghentikan eskalasi konflik yang telah berlangsung selama hampir tiga pekan.

Konflik perbatasan terbaru antara Thailand dan Kamboja telah menewaskan lebih dari 100 orang. Selain itu, lebih dari setengah juta warga terpaksa mengungsi dari wilayah perbatasan di kedua negara akibat pertempuran intens.

Meski gencatan senjata dinilai cukup efektif menghentikan baku tembak, ketegangan belum sepenuhnya mereda. Kementerian Luar Negeri Thailand bahkan telah melayangkan nota protes resmi kepada Kamboja.

Protes tersebut dikirim setelah seorang tentara Thailand kehilangan anggota tubuh akibat ledakan ranjau darat di wilayah perbatasan. Insiden ranjau darat ini disebut sebagai salah satu pemicu utama konflik yang kembali pecah bulan lalu.

Menteri Luar Negeri Thailand, Sihasak Phuangketkeow, menyebut gencatan senjata yang berlaku saat ini masih sangat rentan. Ia menilai kedua pihak perlu menahan diri agar situasi tidak kembali memburuk.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
Pilpres Kolombia Diinterven...
Luar Negeri
PBB Mendesak Transpransi Je...
Luar Negeri
WHO Serukan Negara-Negara C...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Pemprov Jabar Tolak Status Darurat Sampah, Pemkot Bandung Siapkan Opsi Alternatif Ini

Pemprov Jabar Tolak Status Darurat Sampah, Pemkot Bandung Siapkan Opsi Alternatif Ini

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.