Gencatan Senjata Thailand-Kamboja Masih Rapuh, Pemindahan 18 Tentara Ditunda
📅 Selasa, 30 Des 2025, 20:15 WIB | Oleh: Paundra Zakirulloh
Doc: Reuters
JAKARTA - Pemerintah Thailand memutuskan menunda pemindahan 18 tentara Kamboja yang ditawan di tengah konflik perbatasan kedua negara Asia Tenggara tersebut. Penundaan ini terjadi meski gencatan senjata telah diberlakukan dan melewati batas waktu 72 jam yang sebelumnya disepakati sebagai syarat pembebasan.
Keputusan tersebut diambil menyusul meningkatnya kekhawatiran keamanan di wilayah perbatasan Thailand dan Kamboja. Otoritas Thailand menilai situasi di lapangan belum sepenuhnya kondusif untuk melakukan penyerahan pasukan yang ditawan.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Thailand, Nikorndej Balankura, mengatakan Bangkok tengah mengevaluasi ulang waktu dan mekanisme pemindahan para tentara tersebut. Ia menegaskan bahwa faktor keamanan menjadi pertimbangan utama dalam proses tersebut.
"Pertimbangan mengenai tanggal dan waktu pelepasan bergantung pada aspek keamanan," kata Nikorndej dalam konferensi pers di Bangkok.
Ia juga menyebut bahwa penyerahan para tentara Kamboja tersebut masih berpotensi dilakukan dalam waktu dekat.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sebelumnya, militer Thailand menuding Kamboja telah melanggar ketentuan gencatan senjata yang baru diperbarui. Tuduhan itu berkaitan dengan aktivitas pesawat tanpa awak yang disebut memasuki wilayah udara Thailand secara masif.
Pihak militer Thailand mengklaim lebih dari 250 pesawat tanpa awak Kamboja terdeteksi melintasi wilayahnya pada Minggu malam. Insiden ini dinilai memperkeruh suasana dan meningkatkan ketegangan meski pertempuran bersenjata telah dihentikan.
Dari pihak Kamboja, pemerintah belum memberikan pernyataan resmi terkait keterlambatan pembebasan para tentaranya. Juru bicara pemerintah Kamboja, Pen Bona, hanya menyampaikan bahwa situasi masih terus dipantau.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pen Bona menyatakan pemerintah Kamboja belum mengambil sikap terbuka terkait langkah Thailand tersebut. Pernyataan ini disampaikan sebagaimana dilaporkan oleh kantor berita internasional.
Penyerahan 18 tentara Kamboja sejatinya dijadwalkan dilakukan apabila gencatan senjata dipatuhi selama 72 jam penuh. Gencatan senjata itu mulai berlaku pada Sabtu siang dan bertujuan menghentikan eskalasi konflik yang telah berlangsung selama hampir tiga pekan.
Konflik perbatasan terbaru antara Thailand dan Kamboja telah menewaskan lebih dari 100 orang. Selain itu, lebih dari setengah juta warga terpaksa mengungsi dari wilayah perbatasan di kedua negara akibat pertempuran intens.
Meski gencatan senjata dinilai cukup efektif menghentikan baku tembak, ketegangan belum sepenuhnya mereda. Kementerian Luar Negeri Thailand bahkan telah melayangkan nota protes resmi kepada Kamboja.
Protes tersebut dikirim setelah seorang tentara Thailand kehilangan anggota tubuh akibat ledakan ranjau darat di wilayah perbatasan. Insiden ranjau darat ini disebut sebagai salah satu pemicu utama konflik yang kembali pecah bulan lalu.
Menteri Luar Negeri Thailand, Sihasak Phuangketkeow, menyebut gencatan senjata yang berlaku saat ini masih sangat rentan. Ia menilai kedua pihak perlu menahan diri agar situasi tidak kembali memburuk.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!