Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Menlu Thailand dan Kamboja Bertemu di Tiongkok

📅 Senin, 29 Des 2025, 02:40 WIB | Oleh: Tim Penulis
Menlu Thailand dan Kamboja Bertemu di Tiongkok Doc: Agence Kampuchea Presse/AFP
Ket. Menlu Tiongkok, Wang Yi (kanan), saat bertemu dengan Menlu Kamboja, Prak Sokhonn, di Provinsi Yunnan pada Minggu (28/12). Pada Senin (29/12), Menlu Wang akan melakukan pembicaraan dengan Menlu Prak Sokhonn dan Menlu Thailand, Sihasak Phuangketkeow, untuk membahas sengketa perbatasan antara Thailand dan Kamboja.

BEIJING - Para diplomat senior dari Thailand dan Kamboja pada Minggu (28/12) memulai pembicaraan selama dua hari di Tiongkok ketika Beijing berupaya memperkuat perannya dalam menengahi sengketa perbatasan kedua negara, sehari setelah mereka menandatangani gencatan senjata baru.

Perjanjian gencatan senjata yang ditandatangani pada Sabtu (27/120 menyerukan penghentian pertempuran selama berminggu-minggu di sepanjang perbatasan yang diperebutkan, yang telah menewaskan lebih dari 100 orang dan menyebabkan lebih dari setengah juta orang mengungsi di kedua negara.

Menteri Luar Negeri Thailand, Sihasak Phuangketkeow, dan Menteri Luar Negeri Kamboja, Prak Sokhonn, bertemu di Provinsi Yunnan, barat daya Tiongkok, untuk melakukan pembicaraan yang dimediasi oleh Menteri Luar Negeri Tiongkok, Wang Yi.

“Pembicaraan tersebut bertujuan untuk memastikan gencatan senjata yang berkelanjutan dan mendorong perdamaian abadi antara kedua negara,” ungkap kantor menlu Sihasak.

Wang dijadwalkan untuk mengikuti pertemuan bilateral dengan masing-masing diplomat dan pembicaraan trilateral pada Senin (29/12).

Sebelumnya Tiongkok menyambut baik pengumuman gencatan senjata tersebut, yang membekukan garis depan dan memungkinkan warga sipil yang mengungsi untuk kembali ke rumah mereka di dekat perbatasan.

“Tiongkok siap untuk terus menyediakan platform dan menciptakan kondisi agar Kamboja dan Thailand dapat melakukan komunikasi yang lebih lengkap dan terperinci,” demikian bunyi pernyataan Kementerian Luar Negeri Tiongkok.

Perjanjian gencatan senjata ini disertai dengan periode pengamatan selama 72 jam, di mana setelah periode tersebut Thailand setuju untuk memulangkan 18 tentara Kamboja yang telah ditahan sebagai tawanan sejak pertempuran sebelumnya pada Juli. Pembebasan mereka merupakan tuntutan utama dari pihak Kamboja.

Dalam pernyataannya, Menlu Sihasak pada Minggu mengatakan bahwa ia berharap pertemuan-pertemuan tersebut akan menyampaikan kepada Tiongkok bahwa negara itu harus mendukung gencatan senjata yang berkelanjutan dan mengirimkan sinyal kepada Kamboja agar tidak menghidupkan kembali konflik atau mencoba menciptakan konflik baru.

“Thailand tidak hanya melihat Tiongkok sebagai mediator dalam konflik kami dengan Kamboja, tetapi juga menginginkan Tiongkok memainkan peran konstruktif dalam memastikan gencatan senjata yang berkelanjutan dengan mengirimkan sinyal-sinyal tersebut kepada Kamboja,” kata dia.

Takut Kembali

Walau gencatan senjata telah disepakati, para pengungsi di Thailand dan Kamboja pada Minggu menyatakan bahwa mereka masih enggan pulang ke rumah karena khawatir kekerasan mungkin belum berakhir.

Sebagian pihak menyebutkan kurangnya kepercayaan bahwa negara tetangga akan menghormati gencatan senjata, setelah gencatan senjata sebelumnya telah dilanggar.

"Meskipun ada gencatan senjata, kami belum berani pulang. Kami masih takut," kata seorang pengungsi dari Kamboja bernama So Choeun, 35 tahun, kepada AFP. "Kita akan menunggu dan melihat situasi selama beberapa hari ke depan, apakah akan tetap tenang," imbuh dia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
Jeritan dari Lebanon: 1,4 J...
Luar Negeri
Campak Menggila di AS hingg...
Luar Negeri
Iran Lancarkan Rudal ke Bah...
Luar Negeri
Negara Teluk Gencarkan Pert...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
OJK Sebut Ada 8 Pinjol yang Masuk Pengawasan Khusus

OJK Sebut Ada 8 Pinjol yang Masuk Pengawasan Khusus

07 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.