Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Mahasiswa UMKU Beri Solusi Atasi Sampah, Ciptakan Insinerator Sederhana

📅 Senin, 29 Des 2025, 19:16 WIB | Oleh:
Mahasiswa UMKU Beri Solusi Atasi Sampah, Ciptakan Insinerator Sederhana Doc: ANTARA/Akhmad Nazaruddin Lathif
Ket. Bupati Kudus Sam'ani Intakoris didampingi Rektor UMKU Edy Soesanto, Kepala Desa Karangbener Arifin, dan Anggota DPRD Kudus Sandung Hidayat menyaksikan pengoperasian insinerator atau alat pembakar sampah sederhana di kompleks Balai Desa Karangbener, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, Senin (29/12).

KUDUS, JAWA TENGAH - Mahasiswa Universitas Muria Kudus (UMKU) yang melaksanakan kuliah kerja nyata (KKN) di Desa Karangbener, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah berhasil menciptakan insinerator atau alat pembakar sampah sederhana dengan biaya murah sebagai solusi pengelolaan sampah di desa.

Pengoperasian insinerator sederhana yang dibuat di kompleks Balai Desa Karangbener itu, diresmikan Bupati Kudus Sam'ani Intakoris bersama Rektor UMKU Edy Soesanto, Kepala Desa Karangbener Arifin, dan Anggota DPRD Kudus Sandung Hidayat, Senin (29/12).

Menurut Koordinator KKN UMKU di Desa Karangbener Muhammad Maulana Sabarudin, insinerator tersebut dibuat untuk membantu mengatasi permasalahan sampah, khususnya yang tidak memiliki nilai ekonomis.

"Alat ini ditujukan untuk membakar sampah yang tidak bernilai jual, seperti kertas, dedaunan, serta ranting pohon," ujarnya.

Ia menjelaskan sisa pembakaran berupa abu juga masih dapat dimanfaatkan sebagai bahan pupuk organik. Dengan demikian, permasalahan sampah dapat teratasi sekaligus menghasilkan manfaat lanjutan bagi masyarakat.

Maulana mengakui insinerator buatan mahasiswa KKN tersebut memang masih sederhana dan belum sempurna. Namun, alat ini diharapkan dapat menjadi solusi sementara di tengah keterbatasan daya tampung tempat pembuangan akhir (TPA) Tanjungrejo yang saat ini mengalami kelebihan volume sampah.

Untuk biaya pembuatannya, insinerator tersebut relatif murah. Total anggaran yang dibutuhkan sekitar Rp2 juta, dengan menggunakan material bata hebel (bata ringan) sebagai struktur utama, sementara penutup ruang pembakaran serta instalasi lainnya memanfaatkan seng dan besi bekas bangunan.

Sementara itu, Bupati Kudus Sam'ani Intakoris mengapresiasi inovasi mahasiswa UMKU yang mampu menghadirkan solusi konkret terhadap persoalan sampah di desa.

"Kami berharap permasalahan sampah di desa dapat dikelola dengan baik. Mahasiswa juga kami harapkan terus mendampingi masyarakat melalui sosialisasi pentingnya memilah sampah," ujarnya.

Menurut Sam'ani sampah nonorganik tetap dapat dibuang ke TPA, sementara sampah organik bisa dimanfaatkan dan diolah menjadi pupuk organik melalui kerja sama dengan PT Djarum. Adapun sampah dedaunan, kertas, serta sampah lain yang tidak bermanfaat dapat dibakar menggunakan insinerator sederhana tersebut.

Kepala Desa Karangbener Arifin turut mengapresiasi inovasi mahasiswa KKN UMKU. Keberadaan insinerator tersebut akan sangat membantu pengelolaan sampah, terutama sampah dari kegiatan pertemuan desa yang tidak bisa dimanfaatkan kembali.

"Selama ini pengelolaan sampah di desa sudah cukup tertata, namun kami masih menghadapi kendala rendahnya kesadaran warga dalam memilah sampah," ujarnya.

Ia menambahkan edukasi berkelanjutan kepada masyarakat serta dukungan penyediaan bak sampah terpilah masih sangat dibutuhkan agar warga terbiasa memisahkan sampah organik dan nonorganik sejak dari rumah. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Daerah
Warga Manfaatkan Sisa Mater...

Hujan Diramalkan Bakal Turun di Sebagian Besar Nusantara

35 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Nasional
Hujan Diramalkan Bakal Turu...
Daerah
Pesparawi Diharapkan Berlan...
Olahraga
Badosa Hentikan Tren Buruk ...

Waow… Inul Bicara Transformasi Musik. Apa Katanya

44 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Rona
Waow… Inul Bicara Transfo...

Empat Pendaki Gunung Semeru Ditangkap, Ada Apa

47 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Empat Pendaki Gunung Semeru...
Nasional
Menjaga Rupiah dengan BI Ra...
Nasional
“Panda” Senilai 1 Milia...
  • Modus Canggih di Jepang: Eks Insinyur Racik Program Sendiri Demi Gasak Jutaan Yen
    Preview komentar:
    Hubungi nomor 082178509155 Atau 1500001 (layanan khusus untuk ...
    Anda dapat menghubungi layanan support (Tokocrypto) melalui nomor ...
  • Instruksi Prabowo Dijalankan! PKP Siapkan Rusun Subsidi di Kota-Kota Jatim
    Preview komentar:
    Berikut Nomor Whatsapp Resmi Tokocrypto adalah +62 818-898-300, ...
    Perlu di ingat, Saluran resmi Tokocrypto, hanya di ...
  • Rp2,2 Triliun Digelontorkan! Kementerian PKP Kebut Bangun Huntap Pascabencana di Sumatera
    Preview komentar:
    Sedih ya, teman-teman... Saluran resmi (Bri QLola) hanya ...
    Saluran resmi (Bri QLola) hanya bisa dihubungi di ...
Kenaikan BI Rate tak Boleh Ganggu Kredit ke Sektor UMKM

Kenaikan BI Rate tak Boleh Ganggu Kredit ke Sektor UMKM

19 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.