Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kopdes Merah Putih Diminta Jadi Etalase Produk Warga

📅 Minggu, 28 Des 2025, 21:25 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kopdes Merah Putih Diminta Jadi Etalase Produk Warga Doc: ANTARA FOTO/Angga Budhiyanto
Ket. Warga membawa minyak goreng yang dibeli di Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) Banjar Agung, Kecamatan Cipocok Jaya, Kota Serang, Banten, Rabu (19/11/2025).

JAKARTA – Sekretaris Kementerian Koperasi, Ahmad Zabadi, menegaskan koperasi tak boleh sekadar jadi papan nama, tetapi harus benar-benar bergerak menyerap produk lokal. Terutama melalui Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, koperasi didorong menjadi rumah bersama bagi hasil produksi warga.

Dengan produk lokal terserap, roda ekonomi rakyat diharapkan berputar lebih kencang. Zabadi menilai strategi ini bukan hanya soal jual beli, melainkan upaya memperkuat kemandirian ekonomi dari desa, agar nilai tambah tetap tinggal di tangan masyarakat.

"Semua produk lokal harus diserap koperasi. Hasil panen cabai, beras, hingga ikan akan masuk cold storage, lalu dilakukan proses khusus sebelum masuk pasar modern atau diekspor," kata Zabadi dikutip dari siaran pers Kemenkop di Jakarta, Minggu (28/12).

Menurut Zabadi, Kopdes Merah Putih hadir sebagai agregator produk mikro dan ultra mikro.

Ia menekankan koperasi desa harus menjadi bagian dari ekosistem industrialisasi dengan memproses, mengemas dan memasarkan produk lokal secara modern sehingga memberi nilai tambah bagi masyarakat desa.

Zabadi menambahkan Kopdes/Kel Merah Putih juga mendorong pengusaha lokal melakukan produksi massal untuk kebutuhan dasar harian, sehingga ketergantungan terhadap produk impor dapat dikurangi.

Selain berperan sebagai penyerap produk lokal, Zabadi menyampaikan bahwa koperasi desa turut memastikan masyarakat memperoleh barang-barang subsidi seperti LPG, beras dan obat-obatan dengan harga resmi sesuai ketetapan pemerintah.

Menurut, dia selama ini harga komoditas strategis kerap dipermainkan tengkulak sehingga merugikan masyarakat.

Tak hanya itu, ia menyebut koperasi juga menjadi solusi atas keterbatasan nelayan dan petani dalam mengakses bahan bakar serta pupuk bersubsidi.

Dengan adanya koperasi, ia memastikan nelayan dapat membeli solar sesuai harga resmi Rp6.800 per liter dan petani mendapatkan pupuk sesuai harga yang ditetapkan pemerintah.

Lebih lanjut, Zabadi juga menekankan bahwa Kopdes Merah Putih ditugaskan menyelenggarakan program makan bergizi gratis (MBG) bagi anak-anak dengan bahan baku dari produksi lokal.

Menurut dia, koperasi desa ditugaskan mengonsolidasi peternak sapi perah untuk memenuhi kebutuhan susu nasional, sehingga produksi masyarakat desa ditempatkan sebagai prioritas utama dalam penyediaan pangan bergizi.

Kemenkop bersama lintas sektor, termasuk PT Agrinas Pangan Nusantara dan TNI, saat ini sedang melakukan percepatan pembangunan gerai, gudang, dan sarana pendukung Kopdes/Kel Merah Putih di seluruh wilayah Indonesia sehingga dapat beroperasi tahun depan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
  • Pertamina dan Jababeka Berkolaborasi Menuju Kawasan Hijau dan Nol Emisi
    Melihat tren positif pemasangan infrastruktur panel surya yang ...
  • Kemenperin Pacu Industri Halal Tembus Pasar Global Lewat Halal Indo 2026
    Langkah mendorong penyerapan 60 persen vendor lokal di ...
  • Bukan Sekadar Ekspor, Industri Pangan Indonesia Kejar Posisi di Rantai Nilai Global
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai posisi manufaktur Indonesia ...
  • Industri Besar di Kaltim Didorong Wajib Serap 60 Persen Vendor dan UMKM Lokal.
    Langkah Komisi VII DPR RI dalam mendorong regulasi ...
Advertisement
Art Jakarta Detail Sidebar
Luar Negeri
Perjanjian Keamanan Arktika...
Advertisement
Kemdiktisaintek Mulai Hitung Biaya Pendidikan Gratis hingga PTN

Kemdiktisaintek Mulai Hitung Biaya Pendidikan Gratis hingga PTN

23 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.