Menbud: Karya Sastra Bagian dari Ekspresi Budaya
📅 Kamis, 25 Des 2025, 00:03 WIB | Oleh: Ilham Sudrajat
Doc: Kementerian Kebudayaan
JAKARTA - Menteri Kebudayaan (Menbud), Fadli Zon mengatakan, karya sastra merupakan bagian dari ekspresi budaya yang mencerminkan jati diri suatu bangsa. Karya sastra terdapat pula adat istiadat, dari kehidupan sehari-hari yang terkait dengan musik, seni, atau dengan kuliner.
"Di dalam karya sastra juga tidak terlepas dari budaya kita. Disana ada adat istiadat, hingga kehidupan sehari-hari yang terkait dengan musik dengan kuliner," kata dia kepada wartawan usai peluncuran platform Read Indonesia, Gedung Kemendikdasmen, Jakarta Selatan, Selasa (23/12).
Kementerian Kebudayaan (Kemenbud) baru saja meluncurkan platform Read Indonesia sebagai upaya memperkuat promosi sastra Indonesia ke tingkat global. Platform ini dirancang untuk memperluas akses dan visibilitas karya sastra Indonesia di kancah internasional.
Ia menjelaskan, platform Read Indonesia merupakan sarana strategis untuk mempromosikan karya penulis Tanah Air. Harapannya karya sastra Indonesia lebih nampak di dunia internasional.
"Read Indonesia menjadi platform untuk mempromosikan karya penulis Indonesia. Tulisan-tulisan dari para penulis Indonesia jauh lebih fleksible," ujar dia.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dia berharap, platform Read Indonesia bersinergi dengan program yang lain, yaitu untuk menumbuhkan ekosistem sastra Indonesia. Terutama dengan adanya workshop, penulisan, penerjemahan, dan juga partisipasi dalam berbagai kegiatan festival buku.
"Jadi, kita berharap platform Read Indonesia ini juga akan bersinergi dengan program kita yang lain. Yaitu untuk menumbuhkan ekosistem sastra Indonesia," ucap dia.
Promosi sastra Indonesia ke mancanegara juga pernah dilakukan oleh Kementerian Kebudayaan sebelumnya. Pihaknya melakukan kerja sama dengan Publication Foundation Promotion Agency of Korea kala itu.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Di sana kami bertukar pikiran terkait bagaimana pelaksanaan program promosi sastra. Termasuk kerja sama melalui program penerjemahan dan co-publishment," kata Direktur Jenderal Diplomasi, Promosi, dan Kerja Sama Kebudayaan, Endah TD Retnoastuti.
Endah menambahkan, penguatan jejaring kerja sama internasional juga terus dilakukan, salah satunya melalui kolaborasi dengan Korea Selatan. Penyusunan rekomendasi kebijakan guna mendorong promosi sastra nasional agar semakin dikenal di kancah global pun dilakukan. ils/I-1
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!