Banjir Bandang dan Longsor Terjang Sejumlah Wilayah, Ibu dan Anak Jadi Kelompok Paling Rentan
📅 Kamis, 25 Des 2025, 07:07 WIB | Oleh: Yebdi TrismarDi tengah persoalan gizi anak yang masih diwarnai kesalahan pemahaman konsumsi, inisiatif masyarakat sipil mulai mengambil peran aktif. Majelis Kesehatan PP Aisyiyah, misalnya, telah menyelesaikan program pendampingan gizi kepada 72 ibu balita di Pamijahan, Kabupaten Bogor; Muaro Jambi; dan Kupang. Selama dua bulan, kader Aisyiyah mendampingi dan memantau pola makan anak, sekaligus memberikan edukasi dan pemberian makanan yang sesuai dengan isi piringku secara langsung kepada keluarga penerima manfaat.
Hal ini bertujuan agar kekeliruan konsumsi kental manis oleh anak-anak dapat berkurang hingga hilang sama sekali. Pendampingan dilakukan melalui pertemuan rutin dengan orang tua, yang diisi edukasi makanan aman untuk balita, pengenalan alternatif pengganti kental manis, hingga pelatihan memasak dari bahan yang mudah dijangkau.
Koordinator Divisi Pemberdayaan Kesehatan Masyarakat MaKes PP Aisyiyah, Dr. dr. Ekorini Listiowati, MMR., sangat puas terhadap hasil dari program pendampingan gizi tersebut. Sebab, banyak terjadi perubahan kebiasaan dari anak yang didampingi. Ia pun berharap program ini dapat direplikasi seterusnya, tidak hanya oleh Aisyiyah.
“Harapannya masyarakat yang sudah merasakan manfaat dari pendampingan ini melakukan replikasi, atau menyampaikan ke keluarga lain,” kata Ekorini.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!