Indonesia Sambut Baik Kesepakatan Gencatan Senjata di Gaza
📅 Kamis, 16 Jan 2025, 15:17 WIB | Oleh: Lili Lestari
Doc: X/@Menlu_RI
JAKARTA – Kementerian Luar Negeri RI menyatakan Indonesia menyambut baik kesepakatan gencatan senjata antara Israel dan Hamas di Gaza, seperti selama ini didorong Indonesia serta masyarakat internasional.
Pernyataan tersebut diunggah di akun resmi Kementerian Luar Negeri RI dan Menteri Luar Negeri Sugiono dalam postingan terpisah di X pada hari Kamis (16/1).
“Kita harapkan gencatan senjata ini bisa menjadi momentum mendorong perdamaian di Palestina. Saya tegaskan juga, bahwa perdamaian tersebut hanya dimungkinkan, jika Palestina telah merdeka dan berdaulat, sesuai dengan solusi dua negara yang telah disepakati masyarakat internasional,” kata Menlu Sugiono dalam postingannya di X.
Kemlu menegaskan implementasi kesepakatan tersebut harus dilaksanakan segera dan secara menyeluruh demi terhentinya korban jiwa di Gaza.
Indonesia juga menekankan pentingnya pemulihan kehidupan masyarakat di Gaza melalui akses penuh penyaluran bantuan kemanusiaan, termasuk pemulihan peran UNRWA, serta rekonstruksi Gaza.
Sebaiknya Anda baca juga:
Menlu juga menegaskan bahwa Indonesia siap berkontribusi pada upaya pemulihan kehidupan bermasyarakat di Gaza, baik melalui bantuan kemanusiaan, dukungan terhadap peran UNRWA, ataupun upaya rekonstruksi Gaza.
Pada Rabu (15/1), Amerika Serikat dan Qatar mengumumkan gencatan senjata dan kesepakatan pembebasan sandera antara Israel dan Hamas. Kesepakatan diharapkan membuka jalan bagi berakhirnya perang di Gaza.
Perdana Menteri Qatar Sheikh Mohammed bin Abdulrahman bin Jassim al-Thani mengatakan dalam konferensi pers hari Rabu bahwa "kedua pihak yang bertikai di Jalur Gaza telah mencapai kesepakatan", dan gencatan senjata di antara mereka akan berlaku pada hari Minggu.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Kami berharap ini akan menjadi halaman terakhir perang ini, dan kami berharap semua pihak akan berkomitmen untuk melaksanakan semua ketentuan perjanjian ini," katanya.
Sementara itu, Biden mengatakan "sangat puas hari ini telah tiba", menyebut negosiasi tersebut sebagai salah satu yang "terberat" dalam kariernya.
Ia menambahkan fase kedua perjanjian yang belum dirampungkan akan membawa "akhir permanen perang". Ia "yakin" kesepakatan itu akan bertahan.
Setelah mediator mengatakan kesepakatan telah tercapai, kantor Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan "rincian akhir" sedang dikerjakan.
Netanyahu berbicara dengan Presiden AS Joe Biden dan Presiden terpilih Donald Trump pada hari Rabu untuk berterima kasih kepada mereka atas bantuan dalam mengamankan perjanjian tersebut, kata kantornya.
Presiden Israel Isaac Herzog, yang memegang peran seremonial, mengatakan kesepakatan itu adalah "langkah tepat" untuk membawa kembali sandera yang ditawan selama serangan Hamas 7 Oktober 2023 yang memicu perang.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!