Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

PM Malaysia Harap Pertemuan Menlu Asean Mampu Akhiri Konflik Thailand-Kamboja

📅 Senin, 22 Des 2025, 14:08 WIB | Oleh:
PM Malaysia Harap Pertemuan Menlu Asean Mampu Akhiri Konflik Thailand-Kamboja Doc: antara foto
Ket. PM Malaysia Anwar Ibrahim

TOKYO - Perdana Menteri (PM) Malaysia Anwar Ibrahim, Minggu (21/12) menyampaikan harapan agar pertemuan khusus para menteri luar (menlu) negeri Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (Asean) di Malaysia mampu mengakhiri konflik Thailand dan Kamboja.

Dalam pernyataannya, Anwar yang menjabat sebagai ketua bergilir Asean pada tahun 2025, berharap pertemuan itu dapat "menjadi platform yang tepat dan konstruktif bagi kedua negara untuk terlibat dalam negosiasi terbuka, menyelesaikan perbedaan secara damai, serta mencapai solusi yang adil dan berkelanjutan".

Para menteri luar negeri Asean, Senin (22/12) berkumpul di Malaysia untuk menyelesaikan konflik antara Thailand dan Kamboja yang kembali pecah dan menewaskan sedikitnya 40 orang.

Thailand dan Kamboja menghadiri pertemuan tersebut setelah PM Anwar pada Minggu mengatakan telah berbicara dengan mitra dari Thailand dan Kamboja, Anutin Charnvirakul dan Hun Manet.

Bangkok menangguhkan perjanjian damai yang ditandatangani Phnom Penh pada Oktober lalu. Kesepakatan itu dimediasi oleh PM Anwar dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump setelah sejumlah tentara Thailand terluka akibat ranjau darat yang diklaim dipasang oleh pihak Kamboja.

Pada Mei lalu seorang tentara Kamboja tewas ditembak pasukan bersenjata Thailand dan bentrokan yang terjadi pada Juli telah menewaskan puluhan orang.

Pada akhir Juli kedua pihak bertikai menyepakati gencatan senjata sekaligus menandatangani kesepakatan damai yang diperpanjang pada Oktober. Namun demikian, eskalasi ketegangan di sepanjang perbatasan telah menyebabkan ratusan ribu warga mengungsi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Daerah
Badan Geologi Laporkan Akti...
Daerah
Surabaya Siapkan Sensor Pem...
Advertisement
Lebih Tinggi dari India dan Laos, AS Tetapkan Tarif Antidumping Panel Surya Indonesia hingga 173,7 Persen

Lebih Tinggi dari India dan Laos, AS Tetapkan Tarif Antidumping Panel Surya Indonesia hingga 173,7 Persen

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.