Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

ASDP Minta Kapal Tidak Memaksakan Berlayar karena Cuaca Buruk

📅 Senin, 22 Des 2025, 14:00 WIB | Oleh:
ASDP Minta Kapal Tidak Memaksakan Berlayar karena Cuaca Buruk Doc: ASDP

JAKARTA - Para pengguna jasa transportasi penyeberangan diminta untuk selalu memantau informasi cuaca resmi sebelum dan selama melakukan perjalanan dalam angkutan Nataru 2026. Terutama, di tengah meningkatnya mobilitas masyarakat pada libur panjang Nataru.

Demikian disampaikan Direktur Utama PT Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan (ASDP) Indonesia Ferry (Persero), Heru Widodo, dalam keterangannya, Minggu (21/12). Ia menekankan pentingnya kewaspadaan terhadap potensi cuaca buruk.

Heru meminta pengguna jasa tidak memaksakan perjalanan apabila kondisi cuaca buruk atau tidak aman. Hal ini guna menghindari risiko yang dapat membahayakan keselamatan.

Menurut dia, keselamatan merupakan prioritas utama dalam setiap pelayaran. Oleh karena itu, kepatuhan terhadap imbauan keselamatan dan informasi dari otoritas harus menjadi perhatian utama.

Heru menegaskan komitmennya memprioritaskan keselamatan dalam penyelenggaraan angkutan Nataru 2026. Seluruh proses sandar, bongkar muat, hingga pelayaran dipastikan akan dilakukan secara profesional dan hati-hati.

Heru menambahkan bahwa hal ini demi menghadirkan layanan penyeberangan yang andal. Ia memastikan bahwa kondisi cuaca maritim yang dinamis menjadi perhatian utama perusahaan dalam mengoperasikan layanan penyeberangan selama Nataru.

“Dalam kondisi cuaca maritim yang dinamis, keselamatan tetap menjadi prioritas utama perusahaan. Setiap proses sandar, bongkar muat, hingga pelayaran kami lakukan secara hati-hati dan terukur,” ujar dia.

Menurut Heru, ASDP juga melakukan penyesuaian operasional demi menjaga keselamatan penumpang, awak kapal, serta seluruh pengguna jasa. Meski demikian, penyesuaian tersebut pada waktu tertentu dapat berdampak pada perlambatan layanan.

Guna memastikan kelancaran dan keamanan angkutan Natal dan Tahun Baru, ASDP memperkuat koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan. Antara lain, BMKG, TNI/Polri, Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP), BPTD, serta instansi terkait Port Operational Control Center (POCC).

Heru juga mengimbau para pengguna jasa agar rutin memantau informasi cuaca resmi. Serta tidak memaksakan perjalanan apabila kondisi cuaca dinilai kurang aman.

Pada periode Natal dan Tahun Baru 2025/2026, ASDP memperkuat layanan di 15 lintasan strategis nasional. Hal ini guna memastikan penyeberangan berlangsung aman, tertib, dan nyaman.

Lintasan tersebut meliputi Merak–Bakauheni, Ketapang–Gilimanuk, Jangkar–Lembar, Kayangan–Pototano, Tanjung Api-Api–Tanjung Kelian, Telaga Punggur–Tanjung Uban, Ajibata–Ambarita, Nias–Sibolga. Lalu, Padangbai–Lembar, Kariangau–Penajam, Bajoe–Kolaka, Bira–Pamatata, Bitung–Ternate, Hunimua–Waipirit, serta Bolok–Rote.

Heru menuturkan, jalur-jalur tersebut menjadi fokus utama karena perannya yang strategis dalam mendukung arus mudik lokal, pariwisata. Serta distribusi logistik selama libur Natal dan Tahun Baru.

Berdasarkan proyeksi ASDP, pergerakan penumpang di 15 lintasan pantauan nasional diperkirakan mencapai sekitar 547 ribu orang atau tumbuh 4,3 persen. Ini dibandingkan periode Natal dan Tahun Baru sebelumnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Megapolitan
Terdampak Kekeringan, Pemka...
Advertisement
Barang Temuan di Selat Sunda Bukan Milik 5 Jurnalis Hilang, Ini Penjelasan Polda Banten

Barang Temuan di Selat Sunda Bukan Milik 5 Jurnalis Hilang, Ini Penjelasan Polda Banten

13 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.