Ekonomi Lesu: Gen Z Jepang Pilih Tenor Cicilan Rumah hingga 50 Tahun
📅 Sabtu, 20 Des 2025, 23:00 WIB | Oleh: Deri Henriawan
Doc: AFP
TOKYO - Generasi muda Jepang lebih memilih kredit pemilikan rumah (KPR) dengan tenor hingga 50 tahun, jauh lebih lama dari tenor standar 35 tahun, di tengah melonjaknya harga properti di negara itu.
Dengan masa pengembalian lebih lama, mereka bisa menekan cicilan bulanan, tetapi total pinjaman yang harus dilunasi menjadi lebih besar dan membuat karyawan tetap terus mencicil ketika pensiun.
Perubahan kebijakan moneter Bank of Japan yang berdampak pada suku bunga pinjaman juga menjadi hal yang mengkhawatirkan.
Pada Juli, PayPay Bank mulai menawarkan KPR tenor 50 tahun. Sekitar 70 persen nasabah yang berusia 20-an dan 49 persen nasabah berusia 30-an memilih masa cicilan hingga 50 tahun.
Bank digital lainnya dan bank daerah juga menyediakan pinjaman berjangka lebih panjang dengan menyasar kelompok usia tersebut. Mereka menawarkan kelonggaran agar nasabah bisa melunasi pinjaman sebelum usia 80 tahun.
Sebaiknya Anda baca juga:
Menurut perhitungan Takashi Shiozawa dari MFS Inc., salah satu penyedia layanan KPR , jika nasabah meminjam 60 juta yen dengan bunga tahunan 0,75 persen, cicilan bulanan untuk tenor 50 tahun sekitar 120.000 yen dengan total bunga sekitar 11,97 juta yen.
KPR 50 tahun menurunkan cicilan bulanan sehingga sisa uang nasabah menjadi lebih banyak, kata Toshiaki Nakayama dari kelompok properti Lifull.
Ia menambahkan bahwa sisa dana itu bisa dipakai untuk investasi.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Penting untuk mempertimbangkan rencana hidup jangka menengah hingga panjang sebelum berutang,” kata Nakayama. Ant/Kyodo
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!