Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Bukan Sekadar Visual yang Memukau, Film Avatar: Fire and Ash Tawarkan Konflik Paling Brutal

📅 Sabtu, 20 Des 2025, 20:40 WIB | Oleh:
Bukan Sekadar Visual yang Memukau, Film Avatar: Fire and Ash Tawarkan Konflik Paling Brutal Doc: ANTARA/Abdu Faisal
Ket. Seorang pengunjung berfoto dengan instalasi seni karakter Tsahik klan Mangkwan (Ash People) Varang yang dipasang di Senayan, Jakarta, Jumat (12/12).

JAKARTA - Avatar: Fire and Ash, film seri ketiga saga Avatar garapan James Cameron, kembali membawa penonton menyelami keindahan sekaligus kerasnya Pandora melalui konflik baru, klan Na’vi yang lebih kompleks, serta lompatan teknologi sinema yang mendorong batas visual perfilman.

Namun, dengan memperhitungkan akting riil para pemerannya melalui teknologi performance capture, serta inovasi teknis pengambilan gambar terbaru, film ini menjadi sebuah mahakarya yang menghargai betul kecerdasan manusia yang bekerja nyata sekaligus menguji batas-batas manual kecanggihan teknologi perfilman.

Dalam film ini, nama Oona Chaplin mencuri perhatian penonton, saat kembali menyaksikan keajaiban sekaligus kerasnya alam Pandora.

Dalam "Avatar: Fire and Ash", Oona memerankan Varang, pemimpin klan Ash People yang antagonis.Selain aktingnya yang memikat, Oona Chaplin memang membawa garis keturunan legendaris di dunia hiburan.

Jika Anda merasa nama belakangnya familier, itu karena ia adalah cucu dari ikon film bisu Charlie Chaplin dan putri dari aktris Geraldine Chaplin.

Selain warisan keluarganya, Oona Chaplin juga sudah memiliki rekam jejak akting, terutama lewat perannya sebagai Talisa Maegyr dalam serial "Game of Thrones".

Jalan cerita

Cerita Avatar: Fire and Ash bergulir beberapa minggu setelah peristiwa besar pada film kedua yang pengaturan lokasinya di wilayah perairan tempat tinggal klan Metkayina.

Kejadian tersebut mengguncang Jake Sully (Sam Worthington) dan ia pun menggeser metode kepemimpinannya menjadi lebih protektif sejak itu. Jake kini memprioritaskan peran sebagai pelindung bagi Lo’ak (Britain Dalton) dan Tuk (Trinity Jo-Li Bliss), serta Kiri (Sigourney Weaver) sebagai anak adopsinya.

Aktivitas Jake yang dilanda kekecewaan terhadap dirinya sendiri, semakin bergeser pada pengamanan teritori yang didiami oleh anggota keluarganya sebagai bentuk kesiapsiagaan terhadap munculnya ancaman dari pasukan planet asalnya Bumi, RDA (Resources Development Administration), yang kini menganggap Jake sebagai pengkhianat.

Pemeran karakter Kiri, Sigourney Weaver, sebelumnya memerankan karakter Dr. Grace Augustine (ibu biologis Kiri) dalam film pertama.

Di Fire and Ash, keterkaitan antara Kiri dan mendiang Dr. Grace semakin dalam, terutama melalui hubungan spiritual unik Kiri dengan Eywa.

Kehadiran Spider (Jack Champion) dalam lingkaran keluarga Sully juga menambah lapisan kompleksitas pada hubungan antar-karakter di klan Omatikaya yang dulunya mendiami hutan itu.

Meskipun Spider memiliki keterkaitan biologis dengan Kolonel Miles Quaritch (Stephen Lang), Sully tetap peduli padanya, dan menunjukkan peran sebagai figur pelindung bagi remaja tersebut.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Rona
Penyanyi Legendaris Peabo B...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.