Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Stok Aman, Tanpa Waswas: Jakarta Tenang Sambut Natal dan Tahun Baru

📅 Jumat, 19 Des 2025, 22:30 WIB | Oleh: Tim Penulis
Stok Aman, Tanpa Waswas: Jakarta Tenang Sambut Natal dan Tahun Baru Doc: ANTARA FOTO/ Fakhri Hermansyah.
Ket. Ilustrasi - Operator menggunakan alat berat untuk memindahkan beras yang akan dikirim di Gudang RPC Food Station Tjipinang Jaya, Jakarta Timur.

JAKARTA – Kepastian stok pangan di Jakarta menjadi krusial untuk menjaga stabilitas harga dan ketenangan pasar di wilayah dengan tingkat konsumsi yang sangat tinggi.

Ketergantungan Jakarta pada pasokan dari daerah lain membuat gangguan distribusi berpotensi langsung memicu gejolak harga.

Karena itu, penguatan cadangan pangan, kelancaran logistik, dan koordinasi antardaerah menjadi faktor kunci agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi dan inflasi daerah dapat terkendali.

Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta memastikan stok pangan di Jakarta cukup selama perayaan Natal dan Tahun Baru 2026 (Nataru), namun ada beberapa kenaikan harga.

"Secara ketersediaan untuk di Jakarta dirasa cukup, jadi warga tidak perlu panik untuk menyimpan bahan pangan," kata Kepala Dinas KPKP DKI Jakarta Hasudungan Sidabalok di Jakarta, Jumat (19/12).

Menurut dia, untuk kebutuhan beras di Jakarta per harinya mencapai 2.600 ton atau 78 ribu ton/bulan, sedangkan stok yang ada cukup melimpah yaitu berkisar 303 ribu ton. Sehingga dipastikan stok beras dalam keadaan aman, begitu juga kebutuhan pokok lainnya.

Ia mengatakan bahwa ada beberapa harga pangan yang naik jelang Nataru seperti cabai rawit yang saat ini mencapai Rp80 ribu/kilogram, sementara pada hari biasa berkisar Rp50-60 ribu/kg. Begitu pun harga cabai merah Rp67 ribu/kg dari Rp40-50 ribu/kg.

"Untuk saat ini bahan yang naik, yakni cabai berkisar kenaikan 2,1 persen-9,34 persen, bawang merah juga meningkat, telur ayam terdapat kenaikan harga di 4,46 persen, daging ayam juga naik sekitar 4,23 persen serta daging sapi pun ikut naik harganya sekitar 4,02 persen," ujarnya.

Selain memastikan ketersediaan beras dan bahan pangan lainnya, kata dia, pihaknya melakukan pemeriksaan bahan makanan di sejumlah wilayah di Jakarta untuk memastikan bahan pangan yang dijual di pasaran aman dari bahan berbahaya yang dapat mengganggu kesehatan.

Bahkan, pihaknya menghadirkan laboratorium secara terpadu untuk menguji produk perikanan, pertanian serta peternakan

"Untuk hari ini, kami melakukan pemeriksaan di dua lokasi di Jakarta Pusat dan di wilayah kota administrasi lainnya," kata Hasudungan.

Untuk pemeriksaan pangan, kata dia, pihaknya berkolaborasi dengan BBPOM Jakarta mengingat sering ditemui kasus pada bahan produk perikanan yang mengandung formalin.

"Kita terus berupaya untuk menghadirkan bahan pangan yang berkualitas untuk masyarakat, salah satunya fungsi dari pengawasan ini, kita menargetkan setiap lokasi yang diperiksa bebas dari temuan bahan berbahaya," ujarnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Pemerintah Dorong Lahirnya Wirausaha Muda Kreatif Indonesia

30 menit yang lalu | Mohammad Zaki Alatas

Ekonomi
Pemerintah Dorong Lahirnya ...

Rupiah Rentan Melemah, 3 Agustus 2026

45 menit yang lalu | Rizky

Ekonomi
Rupiah Rentan Melemah, 3 Ag...
Daerah
Menhub Tinjau Langsung Evak...
Luar Negeri
Kekeringan dan Gelombang Pa...

Kejuaraan Taekwondo Asia 2026 Digelar di Jakarta, Jadi Ajang Perebutan Poin Olimpiade Los Angeles 2028.

Kejuaraan Taekwondo Asia 2026 Digelar di Jakarta, Jadi Ajang Perebutan Poin Olimpiade Los Angeles 2028.

03 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.