Panggung Maestro ke-10, Apresiasi Negara untuk Para Seniman
📅 Jumat, 19 Des 2025, 21:55 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: ANTARA/HO-Kementerian Kebudayaan
JAKARTA – Penghargaan dari pemerintah bagi seniman itu penting bukan sekadar soal simbol atau seremoni, tapi sebagai bentuk pengakuan atas peran mereka dalam membentuk identitas dan daya hidup kebudayaan.
Apresiasi resmi memberi sinyal bahwa karya seni memiliki nilai sosial dan ekonomi, bukan sekadar ekspresi personal.
Di sisi lain, penghargaan juga bisa menjadi penyemangat agar seniman terus berkarya, sekaligus memperkuat ekosistem seni yang sehat dan berkelanjutan.
Wakil Menteri Kebudayaan (Wamenbud) Giring menjelaskan Panggung Maestro ke-10 bukan sekadar seremoni, melainkan bentuk penghargaan terhadap para maestro yang menjadi garda terdepan dalam melestarikan budaya nusantara.
"Melalui Panggung Maestro, Kementerian Kebudayaan dapat memberikan apresiasi kepada para maestro yang sudah mendedikasikan hidup mereka, terus konsisten dan berjuang dalam melestarikan kesenian-kesenian yang mereka cintai. Maestro di sini sudah berumur senior, namun semangat mereka dapat menjadi motivasi kita untuk memajukan dan melestarikan budaya Indonesia," kata Giring dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Jumat (19/12).
Sebaiknya Anda baca juga:
Giring juga memberikan apresiasi tinggi untuk para maestro yang telah mempersembahkan pertunjukan lakon dengan sepenuh hati.
Menurutnya, ilmu dari para maestro dapat menjadi bekal untuk para seniman muda yang ingin mendalami seni pertunjukan.
Kementerian Kebudayaan melalui Direktorat Film, Musik dan Seni kembali mendukung Yayasan Bali Purnati yang menyelenggarakan Panggung Maestro Ke-10 di Gedung Kesenian Jakarta pada 17-18 Desember 2025.
Sebaiknya Anda baca juga:
Acara tersebut merupakan pagelaran seni pertunjukan tradisi nusantara yang dipersembahkan untuk melestarikan seni lakon sekaligus ajang untuk menghormati para maestro seni nusantara.
Giring menambahkan, seni lakon merupakan unsur pengikat antara masa lalu, masa kini, dan masa depan, lewat pelestarian seni tradisi, jati diri bangsa akan terus mengakar pada generasi muda yang akan menjadi penerus para maestro.
Panggung Maestro ke-10 menjadi panggung penghargaan bagi para maestro yang telah mendedikasikan hidup mereka dalam merawat seni tradisi sehingga budaya bangsa tetap lestari dengan tema “Menjaga Maestro, Melangkah Ke Depan”, Panggung Maestro ke-10 menghadirkan dua kelompok seni tradisi dari Jakarta, yakni Wayang Orang Bharata dan Miss Tjitjih.
Selain seni lakon, Panggung Maestro ke-10 turut mengadakan forum temu dan bincang maestro bertajuk Panggung Wacana yang bertujuan untuk memperdalam pemahaman tentang sejarah seni pertunjukan di Jakarta.
Forum tersebut menghadirkan pembicara maestro dari Paguyuban Wayang Orang Bharata, serta asisten sutradara dan ketua Perkumpulan Kesenian Miss Tjitjih.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!