Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Harga Pangan Dijaga Ketat, Kemendag Siaga Hadapi Nataru hingga Lebaran

📅 Jumat, 19 Des 2025, 19:20 WIB | Oleh: Tim Penulis
Harga Pangan Dijaga Ketat, Kemendag Siaga Hadapi Nataru hingga Lebaran Doc: ANTARA FOTO/ Aprillio Akbar.
Ket. Dua warga berjalan di dekat stan pegadang di Pasar Johar, Semarang, Jawa Tengah.

JAKARTA – Menjaga stabilitas pasokan dan harga barang kebutuhan pokok selama periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) menjadi krusial untuk menahan laju inflasi musiman dan melindungi daya beli masyarakat.

Lonjakan permintaan yang tidak diimbangi distribusi lancar berpotensi memicu volatilitas harga dan spekulasi pasar.

Karena itu, penguatan koordinasi antarinstansi, kelancaran logistik, serta pengawasan distribusi menjadi kunci agar stabilitas harga tetap terjaga dan kepercayaan publik terhadap pengelolaan ekonomi tetap terpelihara.

Kementerian Perdagangan (Kemendag) menyiapkan sejumlah strategi menjaga stabilitas pasokan dan harga barang kebutuhan pokok menjelang rangkaian Hari Besar Keagamaan Nasional dari Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026, Imlek, hingga Ramadhan dan Lebaran yang waktunya berdekatan.

Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri (PDN) Kemendag Iqbal Shoffan Shofwan mengatakan bahwa secara umum kondisi pasokan dan harga selama periode Natal 2025 dan Tahun 2026 relatif terkendali, meski terdapat fluktuasi kecil di beberapa komoditas serta wilayah tertentu.

"Kalau misalnya kita lihat dari apa yang kita lakukan di saat Nataru ini, ini kan semuanya memang ada letupan-letupan kecil di komoditas-komoditas tertentu misalnya. Kayaknya sih so far so good ya," kata Iqbal di Jakarta, Jumat (19/12).

Namun demikian, ia mengatakan Kemendag tetap memberi perhatian khusus pada sejumlah komoditas pangan yang rentan terdampak faktor cuaca, seperti cabai.

Menurut dia, curah hujan yang masih tinggi hingga awal tahun berpotensi mempengaruhi kualitas dan distribusi komoditas hortikultura.

Iqbal mengatakan optimistis tekanan harga pada pasokan komoditas tersebut akan berkurang menjelang Puasa Ramadhan dan Lebaran yang diperkirakan jatuh pada Maret, sering dengan bergantinya musim hujan.

Dengan kondisi cuaca yang lebih kering, distribusi komoditas rawan rusak seperti cabai diharapkan berjalan lebih lancar.

"Yang perlu kita waspadai, yang perlu kita garis bawahi komoditas seperti cabe dan segala macam karena faktor cuaca. Kalau misalnya Lebaran nanti, bulan Maret itu kan seharusnya udah nggak hujan lagi," katanya, menjelaskan.

Selain faktor cuaca, Kemendag juga menyoroti percepatan pemulihan infrastruktur di daerah-daerah terdampak bencana sebagai kunci kelancaran distribusi barang kebutuhan pokok.

Menurut Iqbal, semakin cepat akses jalan dan sarana pendukung dibangun kembali, semakin lancar arus barang ke berbagai wilayah.

Untuk memantau kondisi tersebut, Kemendag memanfaatkan Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP) yang menyajikan data secara terbuka terkait harga, distribusi, dan produktivitas komoditas di berbagai daerah.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Nasional
Edukasi permainan tradision...
Nasional
Wamenkomdigi Ungkap Biaya I...

Peresmian Jakarta Urban Knowledge Hub

25 menit yang lalu | Wahyu AP

Megapolitan
Peresmian Jakarta Urban Kno...

Pelantikan Kepala BGN

25 menit yang lalu | Wahyu AP

Nasional
Pelantikan Kepala BGN

Penerapan pajak UMKM

30 menit yang lalu | Wahyu AP

Ekonomi
Penerapan pajak UMKM
Luar Negeri
Helikopter AH-64 Apache AS ...

Shin Tae-Yong resmi latih Persija Jakarta

35 menit yang lalu | Wahyu AP

Olahraga
Shin Tae-Yong resmi latih P...
Daerah
Persiapan pengoperasian Pet...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Nama Raffi Ahmad Muncul di Kasus Korupsi Bea Cukai, KPK: Betul!

Nama Raffi Ahmad Muncul di Kasus Korupsi Bea Cukai, KPK: Betul!

09 Jun 2026
Pilihan Pembaca
# 3
# 3
Ratifikasi IEU-CEPA Dorong Daya Saing
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.