Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Sebelum Bantuan Tiba, Warga Aceh Tengah Bertahan Hidup dengan Labu Rebus

📅 Kamis, 18 Des 2025, 03:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Sebelum Bantuan Tiba, Warga Aceh Tengah Bertahan Hidup dengan Labu Rebus Doc: Antara
Ket. Relawan kemanusiaan Ayu Rz saat menyerahkan bantuan sembako kepada Fatimah di rumahnya, Selasa (16/12).

Banda Aceh - Warga terdampak bencana banjir dan tanah longsor di Kabupaten Aceh Tengah, Fatimah (53) akhirnya menerima bantuan pangan dari relawan kemanusiaan untuk pertama kalinya pascabencana, setelah sebelumnya hanya mengonsumsi labu rebus.

"Gak ada lagi beras. Cuma itu, buah labu dikasih orang kemarin," kata Fatimah di Aceh Tengah, Rabu (17/12).

Saat disambangi di rumahnya, janda satu anak ini sudah tidak lagi memiliki beras. Satu-satunya makanan tersisa hanya buah labu yang kemudian direbus untuk bertahan hidup.

Fatimah bersama anak perempuannya tinggal di sepetak rumah kosan yang disewa di Kampung Simpang Kelaping, Kecamatan Pegasing, Kabupaten Aceh Tengah. Tetapi, di KTP, ibu ini terdaftar sebagai warga Kampung Gelelungi, Kecamatan Pegasing, Aceh Tengah.

Fatimah mengaku selama ini belum tersentuh bantuan, bahkan beras dari pemerintah yang didistribusikan melalui masing-masing desa tak kunjung diterima.

"Belum pernah dapat bantuan," ujarnya.

Fatimah merupakan potret warga kurang mampu di Aceh Tengah yang turut didera kondisi krisis pascabencana banjir dan tanah longsor. Dia memikul dampak dari terhentinya roda ekonomi daerah.

Perempuan paruh baya ini sehari-hari hanya mengandalkan pekerjaan sebagai buruh serabutan. Tetapi, pascabencana banjir dan tanah longsor, tak ada pekerjaan yang bisa dilakukan.

"Gak ada kerja sekarang. Terakhir kerja bantu-bantu di kedai orang di sana, sekarang kedainya tutup," kata Fatimah.

Sementara itu, relawan kemanusiaan, Ayu Rz mengatakan sosok Fatimah merupakan salah satu potret kerentanan sosial ekonomi yang ditemui di tengah kondisi krisis pascabencana saat ini.

Menurut dia, warga dengan tingkat ekonomi lemah seperti Fatimah akan cenderung lebih rentan bahkan tidak memiliki daya tahan terhadap risiko ancaman kelaparan.

"Persoalannya seperti Bu Fatimah ini, dia bukan korban bencana langsung. Rumahnya tidak kena banjir ataupun longsor. Jadinya kerap terlewatkan dari perhatian para pihak yang menyalurkan bantuan," kata Ayu.

Aktivis perlindungan perempuan dan anak di Aceh Tengah ini mengaku baru tergerak untuk menggalang donasi bahkan di hari ke 20 pascabencana.

Pasalnya, ia semakin prihatin melihat kondisi krisis pangan yang terjadi pasca bencana, khususnya terhadap kelompok perempuan rentan di daerahnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.