Curah Hujan Tinggi 12 Rumah Terendam Banjir di Tapian Kandih Agam
📅 Selasa, 30 Des 2025, 22:05 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: Antara
Lubuk Basung - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Agam, Sumatera Barat mencatat sebanyak 12 unit rumah terendam banjir di Tapian Kandih, Nagari atau Desa Salareh Aia Barat, Kecamatan Palembayan setelah curah hujan cukup tinggi melanda daerah itu, Selasa sore.
"Banjir merendam 12 unit rumah warga dengan ketinggian mencapai 60 centimeter," kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Agam Abdul Ghafur di Lubuk Basung, Selasa.
Ia mengatakan, banjir juga menjebak dua orang atas nama Joni Tro Asman (35) dan Rijal Islami (34).
Warga yang terjebak berhasil di evakuasi pada pukul 20.00 WIB.
Banjir juga merendam akses jalan sepanjang 100 meter dengan ketinggian mencapai 80 centimeter.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Untuk banjir yang menggenangi akses jalan di Jorong Tapian Kandih, Nagari Salareh Aia Barat sudah mulai surut," katanya.
Ia mengakui curah hujan cukup tinggi melanda daerah itu pada Selasa (30/12) siang sampai sore, mengakibatkan jalan nasional penghubung Padang-Pasaman Barat di Muaro Kandang, Nagari Salareh Aia Barat juga terendam banjir sekitar satu kilometer dengan ketinggian 80-100 meter.
Akibatnya terjadi antrian kendaraan sekitar dua kilometer dan saat ini jalan sudah bisa dilalui kendaraan setelah air sudah surut.
Sebaiknya Anda baca juga:
Setelah itu, tanah longsor menimbun satu unit rumah di Ngungun, Nagari Salareh Aia, Kecamatan Palembayan mengakibatkan tiga orang tertimbun material tanah longsor.
Ketiga korban atas nama Yuslinar (58) dengan kondisi luka-luka, Nayla Firsty Alona (14) kondisi patah pada bagian kaki dan Rina (15) kondisi luka-luka.
"Ketiga korban langsung dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Lubuk Basung untuk perawatan medis," katanya.
Setelah itu tanah longsor di Ngungun, Nagari Salareh Aia, Kecamatan Palembayan menimbun badan jalan sekitar 20 meter dengan ketinggian mencapai 1,5 meter.
Material tanah longsor telah dibersihkan dengan menggunakan alat berat.
"Akses jalan sudah bisa dilewati kendaraan pada pukul 15.35 WIB. Di Ngungun juga terjadi banjir," katanya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!