Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Impor Ribuan Ton Beras Ganggu Serapan Gabah Petani

📅 Senin, 02 Mar 2026, 00:00 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Impor Ribuan Ton Beras Ganggu Serapan Gabah Petani Doc: antara
Ket. Kemandirian Pangan - Ribuan Ton Beras Impor Tekan Pasar Domestik

JAKARTA – Pemerintah didorong untuk secara terbuka menjelaskan komitmen impor beras 1.000 ton dari Amerika Serikat (AS) dalam kerangka perjanjian dagang bilateral. Tanpa penjelasan yang komprehensif, kebijakan ini berpotensi memicu spekulasi pasar dan menekan harga gabah di tingkat petani, terutama jika dilakukan saat produksi domestik tengah mencukupi.

Anggota Komisi IV DPR RI Johan Rosihan mendesak pemerintahmenjelaskan komitmen impor beras dari AS tersebut. Dia menegaskan Komisi IV akan mengkaji isu ini secara objektif dengan memprioritaskan perlindungan petani dan ketahanan pangan nasional.

Johan menilai volume 1.000 ton beras tergolong kecil dibanding produksi nasional. Namun, dia menekankan, perdagangan pangan strategis tetap harus diawasi ketat agar tidak memicu gejolak pasar atau menekan harga gabah petani. "Kami tidak ingin polemik ini menjadi bias politik. Yang terpenting adalah memastikan bahwa kebijakan apa pun tidak mengganggu serapan gabah petani, tidak menekan harga di tingkat produsen, dan tidak merusak momentum produksi dalam negeri," ujar Johan dikutip dari laman resmi DPR RI, Minggu (1/3).

Dia mengatakan Komisi IV DPR RI akan meminta penjelasan teknis pemerintah dalam forum resmi untuk memastikan komitmen tersebut tidak bertentangan dengan arah penguatan swasembada dan kedaulatan pangan. Johan juga menekankan pengawasan kebijakan pangan harus dilakukan hati-hati dan berbasis data, termasuk menjaga stabilitas harga serta mengoptimalkan peran Bulog dalam penyerapan.

"Ketahanan pangan adalah soal kedaulatan bangsa. Politik boleh berbeda pendapat, tetapi pangan tidak boleh terganggu. Komisi IV akan tetap fokus memastikan produksi nasional kuat dan petani terlindungi," tegas politisi Fraksi PKS ini.

Sebelumnya, pemerintah Indonesia menyetujui impor 1.000 ton beras khusus dan 580 ribu ekor ayam dari AS lewat perjanjian dagang resiprokal antara kedua negara.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Olahraga
Iran Membidik Langkah Berse...
Daerah
Polres Kerinci Bahas Distri...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.