Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Avatar: Fire and Ash Sajikan Pengalaman Nonton 3D dengan 48fps

📅 Kamis, 18 Des 2025, 19:30 WIB | Oleh:
Avatar: Fire and Ash Sajikan Pengalaman Nonton 3D dengan 48fps Doc: ANTARA/HO-Disney Indonesia
Ket. Poster film "Avatar: Fire and Ash".

JAKARTA - Di saat hampir semua film masih dibuat dalam 24 frame per detik (fps), 40 persen adegan dalam Avatar: Fire and Ash difilmkan dan dibuat dalam format 3D dan dengan kecepatan bingkai dua kali lipat, seperti Avatar: The Way of Water.

Penerapan High Frame Rate atau HFR – yaitu 48 bingkai per detik, diklaim karena sutradara James Cameron menyukai hasilnya, membuat gerakan menjadi lebih jelas dan halus.

"Saya suka apa yang dilakukan [HFR] untuk memperhalus pengalaman 3D," Cameron menjelaskan dilansir dari GamesRadar, Kamis (18/12).

Film Avatar Fire and Ash dibuat dengan anggaran produksi sekitar 400 juta dollar AS.

Dilansir dari flatpanelshd, Cameron menjelaskan bahwa sekitar 40 persen dari film ketiga disajikan dalam HFR 48fps. Sisanya, terutama adegan dialog, ditampilkan dalam 24fps.

"Cameron mengatakan kecepatan bingkai tinggi seharusnya tidak dianggap sebagai format. "3D adalah format. 70mm adalah format. Kecepatan bingkai tinggi adalah cara untuk meningkatkan kualitas 3D. Jadi, ini adalah alat pembuatan konten," kata Cameron dilansir dari fandomwire.

Cameron berpandangan soal menonton film 3D pada kecepatan 24fps standar menyebabkan mata cepat lelah, ia menilai itu sebenarnya diakibatkan oleh otak.

"Jadi ketika orang mengatakan mereka mengalami ketegangan mata saat menonton 3D, itu bukan ketegangan mata. Itu adalah ketegangan otak, karena kita mengintegrasikannya ke dalam persepsi stereoskopik dunia di korteks visual kita," kata Cameron.

Visual "melompat" (karena pergeseran paralaks) dipersepsikan saat gambar bergerak cepat, terutama pada adegan aksi. Contoh sederhana, angkat jempol Anda di depan wajah. Tutup mata kiri, lalu buka. Sekarang tutup mata kanan, lalu buka. Jempol Anda akan terlihat seolah-olah "melompat" ke kiri dan ke kanan. Itulah pergeseran paralaks.

Pada kecepatan standar 24fps, objek dengan paralaks besar yang bergerak cepat akan terlihat "patah-patah" atau berbayang (stuttering). Ini terjadi karena otak kesulitan menyambungkan posisi gambar kiri dan kanan yang melompat terlalu jauh antar-bingkai.

"Neuron yang peka terhadap paralaks itu tidak dapat aktif jika tepi vertikal suatu objek bergerak-gerak," kata Cameron.

Cameron mengatakan otak tidak dapat memproses hal itu. Jadi, karena penonton dapat mengalami efek stroboskopik yang menurunkan kualitas pengalaman 3D, maka ia merespons dengan membuat filmnya menggunakan kecepatan bingkai tinggi.

"[HFR] itu akan menginterpolasi ke tingkat di mana kita benar-benar dapat memproses 3D, dan kemudian ketegangan otak akan hilang," kata Cameron.

Selain itu, film Avatar: Fire and Ash dibuat untuk diputar di bioskop Premium Large Format atau Image Maximum (IMAX). Cameron telah menghabiskan lebih dari satu dekade mendesak bioskop untuk meningkatkan peralatan teknis mereka, terutama untuk presentasi 3D.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar

Kebakaran Meluas, Wisata Gunung Bromo Ditutup Total

2 jam lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Daerah
Kebakaran Meluas, Wisata Gu...
Nasional
MTQ Nasional XXXI Dibuka, M...
Advertisement
Kapolri Listyo Sigit Hadiri Pameran Nasirun di Galeri Nasional, Apresiasi Seni Budaya Indonesia.

Kapolri Listyo Sigit Hadiri Pameran Nasirun di Galeri Nasional, Apresiasi Seni Budaya Indonesia.

13 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.