Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Unta, Hewan Asal Amerika Utara yang Punah di Habitatnya

📅 Rabu, 17 Des 2025, 06:36 WIB | Oleh:

Studi ini menunjukkan bahwa meskipun Amerika Tengah berdekatan dengan Amerika Selatan, tidak ada hubungan antar benua karena mamalia di daerah tersebut 20 juta tahun yang lalu semuanya berasal dari Amerika Utara. Tanah Genting Panama terbentuk sekitar 15 juta tahun kemudian dan fauna tersebut menyeberang ke Amerika Selatan 2,5 hingga 3 juta tahun yang lalu, kata MacFadden.

Barry Albright, seorang profesor ilmu bumi di Universitas Florida Utara yang mempelajari fauna Miosen awal di Dataran Pantai Teluk, mengatakan dia terkejut dengan kemiripan fauna Amerika Tengah. “Bagi saya, ini agak tidak terduga,” kata Albright.

“Ada gradien garis lintang yang besar antara Dataran Pantai Teluk dan Panama, namun kita melihat mamalia yang sama, jadi mungkin itu memberi tahu kita sesuatu tentang iklim selama interval waktu tersebut dan pola penyebaran beberapa mamalia selama interval waktu tersebut,” paparnya.

Unta termasuk dalam kelompok ungulata berkuku genap yang meliputi sapi, kambing, domba, rusa, kerbau, dan babi. Fosil mamalia lain yang ditemukan di Panama dari Miosen awal terbatas pada yang juga ditemukan di Amerika Utara pada waktu itu.

Meskipun para peneliti yakin bahwa unta purba adalah herbivora yang kemungkinan besar mencari makan di hutan, mereka masih menganalisis biji dan serbuk sari untuk lebih memahami lingkungan tropis kuno.

“Orang-orang menganggap unta berasal dari Dunia Lama, tetapi distribusinya di masa lalu berbeda dari yang kita ketahui saat ini,” kata MacFadden. “Nenek moyang llama berasal dari Amerika Utara dan kemudian ketika jembatan darat terbentuk sekitar 4 hingga 5 juta tahun yang lalu, mereka menyebar ke Amerika Selatan dan berevolusi menjadi llama, alpaca, guanaco, dan vicuña,”ujarnya.

Para peneliti akan terus menggali endapan dari Terusan Panama selama pembangunan untuk memperlebar dan meluruskan saluran serta membangun pintu air baru, yang diperkirakan akan berlanjut hingga tahun 2014.

Proyek ini didanai oleh hibah NSF sebesar $3,8 juta untuk mengembangkan kemitraan antara AS dan Panama dan melibatkan generasi ilmuwan berikutnya dalam penemuan paleontologi dan geologi di sepanjang terusan tersebut. Penulis bersama studi ini termasuk Jonathan Bloch dari UF, dan Catalina Sua. hay

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

Olahraga
Kalah Telak di Piala AFF: T...
Olahraga
Daftar 18 Pemain Voli Putra...

Deflasi Juli Jadi Alarm Sekaligus Peluang bagi Stabilitas Ekonomi

Deflasi Juli Jadi Alarm Sekaligus Peluang bagi Stabilitas Ekonomi

03 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.