Penampungan Pedagang Pasar Induk Kramat Jati Hampir Rampung
📅 Rabu, 17 Des 2025, 01:25 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: ANTARA/Asprilla Dwi Adha
JAKARTA - Dua atau tiga hari lagi lokasi penampungan darurat pedagang Pasar Induk Kramat Jati rampung. Lokasi ini untuk menampung korban kebakaran pasar induk tersebut. Gubernur Jakarta Pramono Anung Wibowo menargetkan pembangunan tempat penampungan sementara para pedagang selesai dalam lima hari.
Dia minta percepatan penanganan. “Harapannya supaya tidak mengganggu suplai atau pengadaan dalam rangka menyambut Natal dan Tahun Baru,” kata Pramono saat dijumpai di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, Selasa. Menurutnya, lokasi sementara para pedagang hanya 100 meter dari pasar induk. Lokasi tersebut dipilih agar para pedagang tetap dapat berjualan seperti biasa.
Sementara itu, untuk kios yang terbakar, Pasar Jaya memberikan asuransi untuk renovasi. Pramono menyebutkan pasar induk mempunyai 350 kios. Perkiraan kerugian akibat kebakaran sekitar 10 miliar. Perumda Pasar Jaya sudah bergerak untuk menyiapkan tempat penampungan sementara bagi pedagang.
“Kami sedang berkoordinasi untuk menyiapkan tempat penampungan pedagang agar bisa kembali berjualan,” kata Direktur Utama Perumda Pasar Jaya, Agus Himawan. Tempat penampungan tersebut ditargetkan sudah dapat digunakan dalam waktu tiga hari ke depan agar aktivitas perdagangan tetap berjalan.
Agus menyebutkan tempat penampungan sementara dibangun di area sisi selatan Pasar Induk Kramat Jati. Pengerjaan penyiapan lokasi tersebut juga sudah dilakukan mulai Senin dan dikerjakan selama 24 jam. Di sisi lain, dia menuturkan aktivitas perdagangan di kawasan Pasar Induk secara umum tetap berjalan pascakebakaran. Warga tetap dapat berbelanja menjelang Natal dan Tahun Baru.
Sebaiknya Anda baca juga:
Beri Bantuan
Sementara itu, Pramono memberikan bantuan kepada 121 pedagang yang menjadi korban kebakaran Pasar Induk Kramat Jati. Tiap pedagang dijatah 5 juta. “Kita memberikan bantuan 5 juta tiap pedagang supaya mereka bisa tetap bertahan untuk lima hari ini,” jelas Gubernur.
Kebakaran yang terjadi Senin (15/12) tidak mempengaruhi stok pisang dan pepaya ibu kota. Sebab stok agak berlebih. “Dengan begitu, kebakaran sama sekali tidak mengganggu stok di Jakarta,” ujar Pramono.
Sebaiknya Anda baca juga:
Tentang penyebab kebakaran itu sendiri, menurut Gubernur, karena arus pendek listrik atau korsleting.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!