Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Warga RI Makin Ngebet Kerja ke Luar Negeri, Jobstreet by SEEK Buka Peta Aman Biar Tak Salah Langkah

📅 Selasa, 16 Des 2025, 16:40 WIB | Oleh:
Warga RI Makin Ngebet Kerja ke Luar Negeri, Jobstreet by SEEK Buka Peta Aman Biar Tak Salah Langkah Doc: Pexels

JAKARTA - Tren masyarakat Indonesia yang tertarik membangun karier di luar negeri kembali mencuat dan menjadi sorotan publik. Fenomena ini tidak semata dipicu keterbatasan lapangan kerja di dalam negeri, tetapi juga didorong ambisi profesional dan keinginan memperluas pengalaman global.

Laporan Decoding Global Talent 2024: Tren Mobilitas Pekerja yang disusun Jobstreet by SEEK bersama Boston Consulting Group dan The Network menunjukkan bahwa 67 persen pekerja Indonesia bersedia bekerja di luar negeri. Angka tersebut setara dengan rata-rata kawasan Asia Tenggara dan mencerminkan kepercayaan diri kandidat Indonesia di pasar global.

Jobstreet by SEEK memandang tren ini sebagai sinyal positif terhadap daya saing tenaga kerja nasional. Mobilitas global dinilai sebagai peluang strategis yang perlu difasilitasi secara aman dan terstruktur agar memberi manfaat jangka panjang bagi individu maupun ekosistem ketenagakerjaan Indonesia.

Berdasarkan laporan tersebut, motivasi utama pekerja Indonesia mencari karier di luar negeri terbagi dalam tiga faktor besar. Pertimbangan karier menjadi alasan paling dominan dengan persentase 70 persen, disusul faktor finansial dan ekonomi sebesar 60 persen, serta peningkatan kualitas hidup sebesar 48 persen.

Dari sisi karier, pekerja Indonesia melihat pengalaman internasional sebagai jalur percepatan profesional dan pengayaan keterampilan. Kesempatan bekerja lintas negara dianggap mampu membuka akses ke teknologi, budaya kerja, dan standar industri global.

Sementara dari aspek finansial, kompensasi dan tunjangan yang lebih kompetitif menjadi daya tarik utama. Banyak kandidat menilai bekerja di luar negeri memberi peluang kesejahteraan yang lebih baik sekaligus stabilitas ekonomi jangka panjang.

Faktor kualitas hidup juga menjadi pertimbangan signifikan bagi hampir setengah responden. Lingkungan kerja yang lebih sehat, perlindungan kesehatan, serta jaminan keamanan menjadi alasan kuat di balik keputusan mencari peluang kerja global.

Tren mobilitas ini paling kuat terlihat di sektor berbasis teknologi. Profesi di bidang digitalisasi, data science, dan kecerdasan buatan mencatat minat mobilitas tertinggi dengan angka 81 persen, disusul bidang engineering dan teknik sebesar 77 persen.

Sebaiknya Anda baca juga:

Adapun negara tujuan yang paling diminati pekerja Indonesia adalah Jepang dengan persentase 32 persen. Australia dan Singapura menyusul sebagai destinasi favorit dengan masing-masing 29 persen dan 19 persen.

Sawitri, Head of Country Marketing Indonesia Jobstreet by SEEK, menilai fenomena ini sebagai indikator kesiapan tenaga kerja Indonesia bersaing secara global.

"Jobstreet by SEEK melihat tren pekerja Indonesia mencari pengalaman global sebagai indikasi bahwa pencari kerja Indonesia cukup percaya diri untuk bersaing di kancah global," ujar Sawitri.

Ia menambahkan bahwa pengalaman internasional dapat memperkaya ekosistem tenaga kerja nasional saat para pekerja kembali ke Indonesia.

"Pertukaran pengetahuan, keterampilan, dan wawasan lintas negara yang dibawa pulang akan memperkuat daya saing talenta Indonesia," lanjutnya.

Jobstreet by SEEK juga menekankan pentingnya proses pencarian kerja yang aman di tengah meningkatnya minat mobilitas global. Risiko penipuan dan praktik rekrutmen ilegal menjadi tantangan yang harus diantisipasi sejak awal.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.