Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Tingkatkan Perlindungan Pekerja Migran, KP2MI-Komdigi Sepakati Kerja Sama Berantas Konten Ilegal

24 Senin, 15 Des 2025, 14:10 WIB | Oleh:
Tingkatkan Perlindungan Pekerja Migran, KP2MI-Komdigi Sepakati Kerja Sama Berantas Konten Ilegal Tingkatkan Perlindungan Pekerja Migran, KP2MI-Komdigi Sepakati Kerja Sama Berantas Konten Ilegal Doc: antara foto
Ket. Menteri P2MI Mukhtarudin dalam sambutannya di acara penandatanganan MoU dengan Komdigi di Kantor KP2MI, Jakarta, Senin (15/12).

JAKARTA - Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) bersama Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menyepakati Nota Kesepahaman (MoU) atau kerja sama tentang perlindungan data dan penanganan konten ilegal guna meningkatkan pelindungan bagi pekerja migran Indonesia (PMI).

"Yang akan menjadi titik poin kerja sama kita misalnya kepada Kementerian Komunikasi dan Digital adalah dukungan kebijakan dan perlindungan data, dan penanganan konten ilegal," kata Menteri P2MI Mukhtarudin dalam sambutannya di acara penandatanganan MoU di Kantor KP2MI, Jakarta, Senin (15/12).

Mukhtarudin mengatakan kerja sama tersebut dilakukan mengingat masih terdapat banyak konten penipuan yang menjerat para calon pekerja migran yang mencari lowongan pekerjaan di media sosial.

Oleh karena itu, melalui penandatanganan MoU tersebut, KP2MI ingin meningkatkan kerja sama dalam penanganan konten-konten ilegal.

Selain penanganan konten digital, kerja sama dengan Komdigi juga dilakukan untuk meningkatkan literasi digital bagi para PMI sehingga mereka bisa tahu mana saja konten-konten yang berpotensi hoax dan menipu.

"Jadi, ke depan literasi terkait dengan digital juga perlu dimasukkan ke dalam kegiatan yang kita lakukan agar mereka (PMI) tahu bagaimana sih mereka bisa melihat bahwa konten seperti ini potensinya adalah hoax atau penipuan," kata Mukhtarudin.

Sementara itu, Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid juga menegaskan komitmennya untuk melindungi pekerja migran Indonesia melalui penguatan pengawasan ruang digital untuk melindungi para PMI dari penipuan, perekrutan ilegal, dan perdagangan manusia.

Meutya mengatakan bahwa sepanjang Januari hingga Desember 2025 tahun ini, Komdigi telah menindaklanjuti lebih dari 300 laporan terkait penipuan terhadap para calon PMI, yang sebagian besar adalah terkait lowongan pekerjaan fiktif dan ilegal.

"Nah, 300 ini yang kita tangani, mungkin angka laporannya lebih tinggi hari ini," kata Meutya.

Melalui penandatanganan MoU dengan KP2MI, Komdigi berharap mereka dapat memperkuat kanal-kanal pelaporan agar busa melakukan penanganan lebih cepat dan masif dalam melakukan take down terhadap konten-konten yang menipu, mengeksploitasi, dan menyesatkan para pekerja migran Indonesia.

Selain itu, Komdigi juga telah membuat komitmen bersama dengan beberapa kementerian dalam upaya pelindungan digital ke depan yang mereka rangkum dengan fokus 3T, yaitu terhubung, tumbuh dan terjaga.

"Jadi, (melalui upaya ini), kita harapkan 100 persen dari penduduk Indonesia bisa terhubung," kata Meutya.

Kemudian pada fokus tumbuh, Komdigi juga berharap konektivitas yang mereka bangun dapat membawa manfaat, membawa perkembangan, baik terhadap pertumbuhan ekonomi maupun pertumbuhan dalam layanan-layanan yang disediakan kepada masyarakat.

"Termasuk dalam hal ini, PMI sebagai bagian pula dari pertumbuhan digitalisasi Indonesia ke depan juga kita harapkan dengan layanan yang baik, dengan informasi yang cepat, dengan takedown dari situs-situs yang khususnya berkaitan dengan PMI, pertumbuhan ini bisa lebih baik," kata Menteri tersebut.

Ketika layanan informasi telah terhubung dan terus tumbuh, Komdigi juga berharap bahwa peningkatan upaya tersebut dapat menjamin keamanan bagi seluruh masyarakat, terutama para calon pekerja migran Indonesia, sehingga mereka terjaga dan terlindungi dari potensi penipuan dan eksploitasi yang berkembang di media sosial.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Citilink Flight Sale 231026 Homepage Mobile Atas
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Membanggakan! Dua Perempuan Indonesia Jadi Juara Dunia Kewirausahaan Sosial, Apa Rahasia Mereka?

Membanggakan! Dua Perempuan Indonesia Jadi Juara Dunia Kewirausahaan Sosial, Apa Rahasia Mereka?

24 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.