Gubernur NTB Ingin Listrik di Kepulauan Sunda Kecil Tak Lagi Bergantung ke Jawa
📅 Jumat, 12 Des 2025, 19:30 WIB | Oleh: Sriyono
Doc: antara foto
MATARAM - Gubernur Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) Lalu Muhamad Iqbal ingin tiga provinsi di Kepulauan Sunda Kecil meliputi Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur (NTT) tidak lagi menjadi beban bagi Pulau Jawa dalam aspek sistem kelistrikan.
"Kami ingin tiga provinsi ini tidak jadi beban buat Pulau Jawa. Nenek moyang saya ada di Pulau Jawa, jadi enggak mau merusuh yang di Jawa, biar kami bisa sustain sendiri," ucapnya saat menghadiri peresmian layanan kelistrikan tanpa kedip di Kantor Gubernur NTB, Mataram, Jumat (12/12).
Iqbal mengatakan kerja sama regional tiga pemerintahan daerah di kawasan Sunda Kecil berupaya mewujudkan pembangunan super grid atau jaringan transmisi listrik yang luas.
Saat ini Bali masih masuk ke dalam jaringan super grid Pulau Jawa, sehingga ke depan listrik Bali dipasok dari Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur. Apalagi tren penggunaan listrik ke depan hanya bersumber dari energi baru terbarukan.
"Mimpi besar kami membangun super grid dari NTT sampai dengan Bali, sehingga Bali tidak lagi masuk jaringan Jawa. PLN sekarang masih meletakkan Bali jadi satu regional distribusi dengan Jawa," kata Iqbal.
Sebaiknya Anda baca juga:
Lebih lanjut ia menyampaikan harga energi di Bali semakin mahal karena investor kesulitan mendapatkan lahan untuk membangun pembangkit listrik besar.
Para investor lebih tertarik membangun hotel di Bali ketimbang membangun pembangkit listrik, karena investasi energi yang berkelanjutan cenderung lama balik modal.
"Kami punya cukup (sumber daya) untuk memasok kebutuhan energi yang ada di wilayah kami dengan apa yang Tuhan berikan kepada kami, terutama listrik yang length of exposure sangat panjang dan radiasi sangat padat," ujar Iqbal.
Sebaiknya Anda baca juga:
Berdasarkan data PLN Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Barat (UIW NTB), kontribusi energi baru terbarukan pada sistem kelistrikan NTB baru sekitar 5 persen atau 22 megawatt dari total daya mampu sebesar 400 megawatt.
Sumber setrum bersih paling besar berasal dari pembangkit listrik tenaga surya atau PLTS yang terletak di Sengkol, Sambelia, dan Pringgabaya, dan Gili Trawangan.
Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Provinsi NTB menyebutkan total potensi energi terbarukan mencapai 13.563 megawat (MW) yang terdiri dari bioenergi 298 MW, sampah kota 32 MW, angin 2.605 MW dan tenaga surya 10.628 MW.
Potensi energi bersih tersebut sangat signifikan jika dibandingkan dengan kebutuhan listrik di wilayah Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur yang saat ini hanya sekitar 1,2 gigawatt.
"Mimpi kami ke depan Bali enggak usah produksi energi, Bali menggunakan saja energi hijau saja. Nanti kami (NTT dan NTB) yang memproduksi energi hijau, kami suplai listriknya ke Bali, termasuk menjual kredit karbon juga ke Bali," pungkas Iqbal.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!