Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

UPTD Pasar: Dampak Cuaca Ekstrem, Harga Cabai di Temanggung Naik

📅 Kamis, 11 Des 2025, 13:19 WIB | Oleh: Tim Penulis
UPTD Pasar: Dampak Cuaca Ekstrem, Harga Cabai di Temanggung Naik Doc: ANTARA
Ket. Seorang pedagang cabai di Pasar Kliwon sedang melayani pembeli di Temanggung, Jawa Tengah, Kamis (11/12/2025).

TEMANGGUNG – Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pengelola Pasar Daerah Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, menyebutkan harga cabai mengalami kenaikan antara lain karena dampak cuaca ekstrem yang terjadi di daerah itu.

Harga cabai merah di pasar tradisional di Kabupaten Temanggung harganya naik dari Rp30.000 per kilogram menjadi Rp70.000 per kilogram.

Kepala UPTD Pengelola Pasar Daerah Kabupaten Temanggung Aditya Hendi Kurniawan di Temanggung, Kamis (11/12), menyampaikan harga cabai rawit merah yang semula Rp30.000 per kilogram menjadi hingga Rp80.000 per kilogram.

"Jadi ada kenaikan cukup signifikan untuk harga komoditas tersebut," katanya.

Ia menyampaikan kenaikan harga tersebut karena cuaca ekstrem. Kondisi cuaca ekstrem ini berdampak pada penurunan hasil panen petani yang menyebabkan fluktuasi harga di tingkat pasar.

Menurut dia, pasokan cabai di pasar hingga saat ini masih aman dan relatif tersedia di Pasar Kliwon Temanggung.

"Masyarakat tidak perlu khawatir terkait dengan stok dan sebagainya, tetap aman," katanya.

Seorang pedagang Triwahyuni (41) menyampaikan kenaikan harga cabai sudah terjadi hampir tiga mingguan ini, khususnya untuk cabai rawit merah dan cabai besar merah, yang semula Rp30.000 per kilogram menjadi hingga Rp80.000 per kilogram.

Sebaiknya Anda baca juga:

"Cabai merah naiknya signifikan, sebelumnya Rp30.000 per kilogram kini menjadi Rp70.000–80.000 per kilogram," katanya.

Menurut dia, selain cuaca ekstrem kenaikan juga dipicu permintaan yang meningkat karena banyak masyarakat menggelar hajatan dan banyak tanaman cabai petani terkena hama/penyakit patek pada buah sehingga cabai membusuk.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Merugi, Pemkab Kudus Serahkan Pengelolaan Taman Krida Wisata ke Swasta
    Preview komentar:
    Pemberian masa tenggang atau grace period selama tiga ...
  • Berpotensi Melemah Terbatas, 13 Agustus 2026
    Preview komentar:
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai pergerakan Rupiah hari ...
  • Microchip Perbarui Ethernet Sensor Bridge untuk Perkuat Konektivitas Edge AI
    Preview komentar:
    Penyusutan dimensi perangkat hingga 60 persen yang dipadukan ...
Olahraga
Dukungan CAF untuk Infantin...
Olahraga
Tes Genetik WTA Dimulai, Pe...

Polres Situbondo Distribusikan Air Bersih ke Desa Kekurangan Air

48 menit yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Daerah
Polres Situbondo Distribusi...

Setelah 1.120 Hektare Terdampak Karhutla Bromo Akhirnya Terkendali

48 menit yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Daerah
Setelah 1.120 Hektare Terda...
Rona
DC Peti Eskan Serial Amanda...
Daerah
Mewaspadai Risiko ISPA Sela...
Pos Indonesia Disebut Gagal Bayar Sukuk dan Minta Restrukturisasi

Pos Indonesia Disebut Gagal Bayar Sukuk dan Minta Restrukturisasi

13 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.