Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Fenomena “Kanibalisme Pasar” Disebut Menghambat Pertumbuhan Adopsi Kendaraan Listrik secara Nasional

📅 Kamis, 11 Des 2025, 17:25 WIB | Oleh: Tim Penulis
Fenomena “Kanibalisme Pasar” Disebut Menghambat Pertumbuhan Adopsi Kendaraan Listrik secara Nasional Doc: Antara
Ket. Sejumlah pengunjung menyaksikan mobil yang dipamerkan pada pameran otomotif GAIKINDO Jakarta Auto Week 2025 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) Kabupaten Tangerang, Banten, Jumat (21/11).

Jakarta - Research Associate ID COMM, Claudius Surya menilai pergeseran menuju mobil listrik di Indonesia saat ini lebih banyak dipengaruhi fenomena “kanibalisme pasar”, yakni perpindahan konsumen dari mobil bensin (ICE) ke kendaraan listrik akibat perang harga, bukan perluasan pasar baru.

Menurut Claudius, dinamika penjualan kendaraan dalam dua tahun terakhir memperlihatkan pola yang tidak ideal bagi perluasan pasar.

“Yang terjadi sekarang adalah peralihan dari mobil ICE ke mobil listrik, bukan penambahan pembeli baru. Konsumennya itu-itu saja, hanya bergeser karena harga makin agresif,” kata Claudius dalam diskusi peluncuran riset ID COMM “Menuju Era Mobil Listrik: Sejauh Mana Indonesia Siap” di Jakarta, Kamis (11/12).

Ia menjelaskan, produsen mobil listrik kini terlibat dalam perang harga yang ketat untuk menarik minat konsumen.

Model-model baru ditawarkan dengan harga semakin rendah, sehingga beberapa merek terpaksa memangkas margin secara ekstrem.

Price war ini di satu sisi menguntungkan konsumen, tapi berisiko membuat beberapa merek tidak bertahan karena margin makin tipis dan persaingan makin keras,” ujar Claudius.

Selain tekanan harga, siklus pembaruan model yang semakin cepat membuat industri harus beradaptasi lebih agresif.

Menurut dia, kendaraan listrik kini mengalami pembaruan model hanya dalam dua tahun, jauh lebih singkat dibandingkan mobil konvensional.

Kondisi tersebut menambah tantangan bagi produsen untuk menjaga stabilitas bisnis ketika insentif pemerintah masih berubah-ubah.

Claudius menegaskan bahwa adopsi kendaraan listrik masih belum inklusif. Segmen menengah ke bawah belum menunjukkan perpindahan signifikan menuju EV, meski harga model-model tertentu sudah semakin terjangkau.

“Harapannya, pengguna mobil murah konvensional bisa naik ke mobil listrik, tapi faktanya belum. Yang membeli EV saat ini tetap kelompok menengah ke atas,” ujarnya.

Ia juga menyoroti preferensi konsumen yang cenderung lebih tertarik pada model serbaguna seperti kendaraan tujuh penumpang, sehingga beberapa merek yang peka terhadap kebutuhan tersebut mampu menembus pasar lebih cepat.

“Mobil yang value for money, sesuai kebutuhan, dan tidak berlebihan teknologinya, cenderung lebih diterima konsumen Indonesia,” katanya.

Dalam konteks perilaku pembeli, Claudius menilai komunitas pengguna turut memainkan peran signifikan dalam membentuk kepercayaan publik terhadap kendaraan listrik.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Asosiasi Ojek Online: Aturan Bagi Hasil 92:8 Persen Beri Dampak Nyata Pengemudi Ojol
    Preview komentar:
    ARTIKEL SESAT INI 92: 8? TAIII yg ada pot masih ...
    Saya bingung ojol seperti Grab gojek Maxim itu ...
  • Ketahanan Pangan Diperkuat Rp195,3 Triliun, Mampukah Harga Pangan Ikut Stabil?
    Preview komentar:
    Meskipun fokus RAPBN 2027 ini sangat kuat pada ...
  • Tenun Dinilai Menekraf Harus Ditampilkan Agar Nilai Ekonominya Berkembang
    Preview komentar:
    Langkah strategis Kementerian Ekraf dalam mensertifikasi desain tenun ...
Advertisement
injourney
Advertisement
bni-atasdetailmobile
Advertisement
astra2
Advertisement
bankjakarta-detail-mobile
Luar Negeri
12,7 Juta Lulusan Tiongkok ...
Megapolitan
Semangat Kemerdekaan, Solid...
Nasional
PLN Sukses Kawal HUT ke-81 ...
Advertisement
bankjakarta-detail-mobile
Presiden Prabowo Pimpin Upacara Penurunan Bendera HUT Ke-81 RI di Istana Merdeka

Presiden Prabowo Pimpin Upacara Penurunan Bendera HUT Ke-81 RI di Istana Merdeka

17 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.