Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Lingkungan Stasiun MRT Tak Aman, Mulai Ada Jambret, Untung Tertangkap

📅 Senin, 08 Des 2025, 13:46 WIB | Oleh:
Lingkungan Stasiun MRT Tak Aman, Mulai Ada Jambret, Untung Tertangkap Doc: ant
Ket. waspada terhadap tindak kejahatan

JAKARTA – Masyarakat perlu berhati-hati bila melintas atau berada di sekitar Stasiun MRT di Jalan Fatmawati Raya karena telah terjadi tindak kejahatan, beruntung pelaku tertangkap. Kepolisian menangkap pelaku jambret yang beraksi di Jalan Fatmawati Raya sekitar Stasiun MRT Haji Nawi, Cilandak, Jakarta Selatan, pada Minggu (7/12) dini hari pukul 03.00 WIB. "Yang diamankan yang dibonceng," kata Kasi Humas Polsek Cilandak, Bripka Nuryono kepada wartawan di Jakarta, Senin.

Nuryono mengatakan peristiwa berawal ketika dua orang pelaku diduga hendak merampas barang milik korban. Namun saat aksinya berlangsung, korban memberanikan diri melakukan perlawanan. Warga yang melihat kejadian tersebut segera datang membantu, sehingga salah satu pelaku berhasil ditangkap dan menjadi sasaran amuk massa.

Sementara itu, terduga pelaku dalam peristiwa tersebut berjumlah dua orang. Satu pelaku lainnya berhasil melarikan diri dan kini masih dalam pengejaran pihak kepolisian. "Menurut keterangan saksi, pelaku dua orang, satu melarikan diri yang bawa motornya," ucapnya. Pelaku yang diamankan kini dibawa ke rumah sakit guna mendapatkan perawatan medis karena pendarahan. "Masih dalam pengembangan, dalam penyelidikan," ucapnya.

Daur Ulang Pakaian Bekas

Semenatara itu, MRT terus melakukan kegiatan, termasuk mendaur ulang pakaian bekas. PT MRT Jakarta (Perseroda) meluncurkan program daur ulang pakaian bekas melalui inisiatif bertajuk "Menjahit Perjalanan: Merayakan Perjalanan, Menyatukan Kota dan Menghidupkan Karya."

"Ini merupakan inisiatif keberlanjutan melalui daur ulang seragam bekas milik karyawan PT MRT Jakarta (Perseroda) dan pakaian bekas milik masyarakat," kata Kepala Divisi Corporate Secretary PT MRT Jakarta (Perseroda) Rendy Primartantyo di Jakarta, Rabu.

Rendy mengatakan hasil daur ulang itu nantinya berupa produk yang dapat digunakan oleh masyarakat perkotaan untuk menunjang mobilitas sehari-harinya seperti tas sepatu, kantong (pouch), dompet kartu (card holder), kalung nama (lanyard), gantungan kunci dan hasil kerajinan tangan lainnya.

MRT Jakarta menggandeng komunitas penyandang disabilitas "Yayasan Teman Hebat Berkarya" dan masyarakat sekitar Stasiun Blok A sekaligus memperingati Hari Disabilitas Internasional. Selain itu, merupakan salah satu inisiatif PT MRT Jakarta (Perseroda) dalam merespons isu keberlanjutan baik aspek sosial maupun lingkungan.

"Kami mengajak masyarakat Jakarta untuk mendukung gaya hidup bebas sampah (zero waste) dan program perputaran fesyen (circular fashion) berbasis seragam dan pakaian bekas," ucapnya. Dalam program ini, seragam dan pakaian bekas akan dipilah dan dikelola ke dalam tiga hal, yaitu: Pertama, "upcycle" untuk mengolah pakaian bekas menjadi karya kreatif oleh komunitas disabilitas.

Upcycle adalah proses daur ulang yang mengubah barang asli menjadi barang yang memiliki kemanfaatan baru tanpa menghilangkan bentuk asli suatu barang. Kedua, penjualan barang bekas (thrift sale) untuk mengalokasikan hasil pemilahan untuk kegiatan sosial, pendidikan dan pemberdayaan disabilitas. Ketiga, penyaluran untuk memberikan hasil karya kepada masyarakat dan lembaga yang membutuhkan.

Nantinya produk daur ulang tersebut akan diluncurkan sebagai produk resmi (official merchandise) MRT Jakarta dan dapat dijual kembali oleh Yayasan Teman Hebat Berkarya sebagai bagian dari pemberdayaan ekonomi lokal. “Masyarakat yang ingin berpartisipasi dalam program ini, dapat menyerahkan pakaian bekas pakaiannya ke kotak penyimpanan (dropbox) yang tersedia di Stasiun Bundaran HI Bank Jakarta, Bendungan Hilir, Blok M BCA dan Lebak Bulus,” ucapnya.

Melalui program ini, ia menyebut, emisi karbon dapat dikurangi hingga lebih dari 10 ton karbondioksida (CO2) per tahun, mencegah lebih dari 1.000 potong seragam perusahaan per tahun berakhir ke tempat pembuangan akhir (TPA) atau dibakar dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat dengan pemberdayaan masyarakat di sekitar stasiun Blok A dan para penyandang disabilitas.

Ia menambahkan, perseroan menempatkan keberlanjutan (sustainability) sebagai inti dari strategi dalam menjalankan mandat yang telah diberikan. Inisiatif keberlanjutan yang dilakukan meliputi aspek lingkungan, sosial dan tata kelola sesuai dengan peta jalan keberlanjutan (sustainability road map) MRT Jakarta.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Asosiasi Ojek Online: Aturan Bagi Hasil 92:8 Persen Beri Dampak Nyata Pengemudi Ojol
    Preview komentar:
    Goblok. Orderan saja ga pernah dikasih jika ga ...
    Potongan 8% kaga ada bedanya, malah makin parah ...
  • Ketahanan Pangan Diperkuat Rp195,3 Triliun, Mampukah Harga Pangan Ikut Stabil?
    Preview komentar:
    Meskipun fokus RAPBN 2027 ini sangat kuat pada ...
  • Tenun Dinilai Menekraf Harus Ditampilkan Agar Nilai Ekonominya Berkembang
    Preview komentar:
    Langkah strategis Kementerian Ekraf dalam mensertifikasi desain tenun ...
Advertisement
injourney
Advertisement
bni-atasdetailmobile
Advertisement
astra2
Advertisement
bankjakarta-detail-mobile
Luar Negeri
Erdogan Ajak Mesir Bergabun...
Luar Negeri
Korsel Buka Jalan Damai den...
Advertisement
bankjakarta-detail-mobile
Mengenaskan Jumlahnya Terus Bertambah! Korban Jiwa Gempa M7,7 Tembus 47 Orang hingga Sabtu Malam

Mengenaskan Jumlahnya Terus Bertambah! Korban Jiwa Gempa M7,7 Tembus 47 Orang hingga Sabtu Malam

15 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.